SELAMAT DATANG

Assalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Selamat datang para pengelana dunia maya.
Selamat datang diduniaku, dunia sederhana yang dipenuhi dengan kebebasan dalam berekspresi,
namun tetap mengedepankan Ahlaqul karimah,
tanpa takut oleh tekanan dari manapun, dan jauh dari diskrimininasi budaya, hukum, martabat, derajat dan pangkat.

Ini adalah suara murni hatiku,
yang terangkai dalam dalam bentuk kata-kata,
entah jelek entah bagus, namun inilah aku yang jujur dalam berfikir dan berkata.

Moga ada guna dan manfaatnya

Amin Amin Ya Robbal Alamin

Rabu, 12 Oktober 2016

SETAHUN PERJALANAN

Alhamdullilah, genap setahun perjalanan kisah cinta ini, genap setahun aq bersanding dengan wanita cantik ini, dan genap setahun sudah lika-liku perjalanan rumah tangga kami jalani. Suka dan duka seakan berjalan beriringan membayangi langkah kami berdua, namun sepertinya lebih banyak sukanya ketimbang dukanya, maklum saja... Masih pengantin baru, semua terasa indah....
Jujur saja, disaat-saat yang hening, kala ia terpejam setelah seharian beraktivitas, aku pandangi wajahnya yang Ayu, cantik... Sungguh cantik istriku, meski tanpa balutan make up pun ia tetap cantik, beruntung nian aku menjadi suaminya. Entah berapa kali aku merayunya dengan kalimat kalimat romantis, tapi seketika itu juga ia hanya bilang dengan santai, nggih matur suwun "hadza minfadli Robbi..." sambil nyengir menggoda.
Ah perjalanan hidup itu memang amat susah ditebak arahnya, apalagi jika kita membahas tentang jodoh, maka tak ada satupun piranti canggih yang sanggup menguak garis jodoh kita kelak. Begitu juga kisah jodohku, aku dan istriku sama-sama tak mengenal diantara satu dan yang lain.... Kami hanya percaya bahwa ini adalah jawaban do'a-do'a kami, meski jujur mawon, di awal awal kami membina rumah tangga, kami tak merasakan indahnya bulan madu, kami tak merasakan jatuh cinta. Entah kenapa... Yang jelas kami masih sama-sama berusaha mengenal dan memahami pasangan kami, meski latar belakang yang sama-sama pesantren, ternyata bukan jaminan mempercepat dan mempermudah komunikasi. Namun Alhamdulillah, berkat kesabaran kami masing-masing dan Do'a orang tua juga guru-guru kami terbukalah pintu hatiku dan hatinya, kini hati kami saling bertaut, saling merindukan dan saling mencintai.
Subhanallah... Sungguh istimewa drama percintaan kami, tanpa diawali dengan percintaan bahkan di mulakan dengan paksaan, kisah cinta ini justru bergulir dengan indah, Alhamdulillah... Saat aku tulis kisah iniSWT. Kami sedang harap harap cemas, menantikan kehadiran si buah hati, yang sedang bersembunyi cantik di rahim istriku, dia sudah berumur 6 bulan. Doakan ia dan ibunya sehat dan selamat, dan tetap dalam lindungan Allah SWT.

Selasa, 24 Mei 2016

CANTIKNYA ISTRIKU

Tujuh purnama sudah aku dan istriku lewati masa-masa awal membina rumah tangga, jujur saja hingga tulisan ini aku buat, aku masih tak percaya jika aku sudah punya istri, sesekali aku mencuri pandang terhadap wajahnya yang manis, aku bertanya kepada diriku sendiri, benarkan gadis manis ini istriku, ternyata jawabannya tetap, gadis bermata indah ini adalah benar-benar istriku.

Subhanallah, sungguh beruntung tiada rugi diriku, bisa bersanding selamanya dengan dia, parasnya yang elok, pekertinya yang santun, keilmuannya yang tinggi, hingga sifat qona'ahnya yang tiada terkira, membuat diriku selalu jatuh cinta di setiap waktu.

Meskipun di dua purnama awal adalah masa-masa terberat dalam hidup kami, namun aku yakin ini adalah proses menemukan jati diri pernikahan yang dilandasi iman, taqwa juga cinta, ya cinta... Karena bagaimanapun sebuah mahligai rumah tangga akan menjadi pincang jika cinta bertepuk sebelah tangan, sama halnya dengan aku, butuh waktu hingga 3 purnama untuk bisa menyatukan hati ini, tapi aku tak patah arang karena tak mungkin aku temukan sosok sebaik ini di wanita lain, oleh karenanya harus aku pertahankan sekuat tenaga dan kesabaran harus ekstra.

Kesabaranku berbuah manis, sedikit demi sedikit terbukalah tabir keindahan cinta, hati kami saling berpaut, cinta, rindu, asmara, berbunga dan ribuan sanjungan cinta, menggelora di segenap jiwa. Aku seperti baru merasakan sebenarnya pengantin baru, yaaa setelah 3 bulan baru kurasakan nikmatnya menjadi suami dan istri...

Kini disaat-saat hening seperti ini, aku tatap wajah istriku dalam-dalam, aku amati tanpa bosan, sambil berguman dalam hati "Subhanallah, cantik nian istriku ini...."

Jumat, 06 November 2015

SATU PURNAMA BERSAMA DIA

Alhamdulillah...
Alhamdulillah...
Alhamdulillah...
Sujud syukur ku tersembahkan kehadlirat Ilahi robbi, atas segala nikmat yang aku reguk disaat ini dan semua anugerah keindahan yang kurasakan disaat ini.

Setelah sebulan lamanya tak ku sentuh "buku harian" ini, akhir nya ingin ku isi lagi dengan pengalaman yang kulewati, akan kucoba uraikan sedikit Tentang momen terindahku sebelum, sesudah dan disaat acara berlangsung...

SEBELUM
Sehari sebelum pelaksanaan pernikahan, adalah sebuah pengalaman yang paling mendebarkan dalam hidupku, tak pernah aku alami sebuah fase nervous yang sedemikian tingginya, aku betul-betul seperti bukan diriku, yang mudah panik, perut mules, malas makan dan mudah ngelamun, hingga yang paling detail pun aku merasa kacau, untunglah semua sudah tertata rapi dan persiapan sudah berjalan dengan baik sehingga semua tingga eksekusi saja. Mulai dari terop, sound, konsumsi dan undangan semua sudah tersusun dengan baik. Ini semuanya didukung sama kekompakan keluargaku dan dukungan dari para kolega dan sahabatku...

Entahlah, tapi begitu besar dukungan moral dan juga material dari mereka membuat aku terharu, apalagi disaat mereka berkata "awakmu iku sing paling sregep ngewangi dulur lan kancane, saiki gantian awakmu sing ta ewangi..." matur suwun dulur. Sehingga disaat malam jelang hari H, kemeriahan tampak begitu terasa karena semua berkumpul di rumahku, canda tawa dan suka menghiasi semua sudut rumah ku. Apalagi dikala para sedulur laki laki berkumpul di depan rumah menghiasi mobil pengantin, semua tampak gembira dan bahagia sehingga mobilnya mas imam jadi tampak unik dan keren.

PADA SAAT PELAKSANAAN
pagi buta sekitar pukul 2 dini hari, aku terjaga dari tidurku, bukan karena aku terganggu sepi dan hening, tapi justru Karena aku gelisah, takut dan sepi. Aku susuri semua sudut rumahku, terlihat berantakan dan ga karuan, juga terlihat saudara dan family semua terkapar kelelahan, semua demi aku... Ya Allah begitu besar pengorbanan mereka demi membahagiakan aku, lalu aku ambil air wudlu dan kuteruskan dengan qiyamul lail, sholat tahajud, hajat dan witir. Lama nian sholatku kali ini... Sepertinya hati ku benar benar gusar tiada tara, hari yang selama ini aku tunggu selama ini ada didepan mata... Ya ada di depan mataku.

Selasa, 29 September 2015

SEHARI JELANG RESMI

Hari ini...
Tepat sehari sebelum ikrar ini terucap, gundah gulana tiada terkira. Semua menyatu menjadi satu panik dan bahagia seakan bergantian menari. Aku takut sekaligus bangga, masa lajangku aku tuntaskan dengan baik, meski umur terbilang udzur namun tak apa daripada tidak sama sekali.

Apakah perasaan seperti ini yang melanda setiap calon pengantin baru... Berarti sungguh tersiksa batin dan perasaannya... Karena di landa kecemasan dan kepanikan yg luar biasa, tensi jantung yang selalu kencang, kadar emosi yg selalu meninggi hingga konsentrasi yang kerap kali pudar.

Namun konon katanya, semua akan terbayarkan esok hari, disaat malam menjelang dan halal menjadi hak kita, disaat itulah surga dunia benar-benar kita rengkuh dan kita miliki, katanya sih aq juga ga tau karena sekarang masih jam 2 siang, besok malam baru aku buktikan kata orang2 tersebut...

Pipit... Aku datang cintaku...