SELAMAT DATANG

Assalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Selamat datang para pengelana dunia maya.
Selamat datang diduniaku, dunia sederhana yang dipenuhi dengan kebebasan dalam berekspresi,
namun tetap mengedepankan Ahlaqul karimah,
tanpa takut oleh tekanan dari manapun, dan jauh dari diskrimininasi budaya, hukum, martabat, derajat dan pangkat.

Ini adalah suara murni hatiku,
yang terangkai dalam dalam bentuk kata-kata,
entah jelek entah bagus, namun inilah aku yang jujur dalam berfikir dan berkata.

Moga ada guna dan manfaatnya

Amin Amin Ya Robbal Alamin

Sabtu, 01 Februari 2020

HARI DI KEPALA EMPATKU


Syukur Alhamdulillah tak henti hentinya aku panjatkan kepada-Nya, atas beragam anugerah yang selama ini aku reguk dan nikmati, terlalu banyak keindahan yang aku hirup, hingga tak mampu sedikitpun aku torehkan dalam bentuk tulisan, karena saking banyaknya anugerah hidupku.

Sejatinya tak layak aku meminta dan memohon kembali atas keanugerahan yang selama ini ada, karena semua yang aku impikan telah ada di depan mata, Keluarga yang harmonis, Istri yang jelita dan nriman ing pandum, anak anakku yang lucu dan sehat, keluarga besar ki yang kompak dan rukun, tugas dan pekerjaanku yang dinamis, sungguh semuanya seperti deretan skenario indah yang bisa dijalankan dengan runtut.

Allah Subhanahu wataala, begitu adil, menempatkan diriku diposisi ini, meski lembaran rupiah tak pernah aku himpun dalam jumlah besar, namun syukur Alhamdulillah rejeki yang aku terima dalam bentuk yang lain justru datang berlimpah. Mulai kesehatan, kebahagian dan kebaikan kebaikan lainnya.

Di hari ulang tahun yang memasuki kepala empat ini, jika Allah berkenan memberikan anugerah kepada hamba-nya yang dzalim ini, ingin sekali hamba mempunyai hunian yang sederhana namun layak untuk menghormati tamu, sebagai mana maha guru di Lirboyo, yang membangun istana semata mata untuk menghormati tamu yang hadir. Semoga Allah meridloi, dan semoga Allah senantia menjagaku dalam Ketaatan, kesilaman dan ketaqwaan, sehingga disaat sudah saatnya aku kembali menghafap-Nya, aku mempunyai bekal Khusnul Khotimah dan mempunyai budi yang akan di kenal dan kekal selamanya. Semoga...

Selamat ulang tahun untuk dirimu sendiri...

Kate post 30 Januari 2020

Rabu, 08 Januari 2020

BAHAGIAKU KARENA ADA MEREKA

Aku cukup bahagia dengan nikmat yang sekarang aku terima, tak usah merana meski tanpa istana, tak usah menangis meski batin teriris...

Biar waktu yang akan berbicara, bagaimana adilnya Gusti Allah terhadapku

Senin, 02 Desember 2019

PADAHAL TINGGAL SELANGKAH SAJA

Beberapa hari ini, batin dan pikiranku seperti tersiksa dan dipermainkan, padahal sebuah prestasi indah hampir saja aku raih, dengan modal kekayaan yang ala kadarnya, aku mampu dan bisa memiliki rumah idaman meski hanya diangan.

Ya... Istana sederhana yang bernama rumah hampir saja aku miliki, sebuah rumah di tempat yang Insya Allah Barokah hampir saja segera aku bangun dan tempati. Tidak besar apalagi mewah tempat yang aku impikan, hanya sebuah gubug sederhana yang bisa di gunakan untuk tidur dan bercengkerama dengan istri dan anakku.

Namun sayang beribu sayang, niatku terjegal dan dihalangi orang yang tak suka dengan keberhasilan dan kesuksesan yang akan aku jelang, dengan cara yang tidak jantan dan menyakitkan, di hasutlah orang orang yang berniat membantuku, alhasil dengan beribu dalih yang tak ada hubungannya, dikait kaitkan dengan hukum agama, sehingga pupuslah harapanku.

Entah apa salahku, hingga harapanku untuk membahagiakan istri harus kandas, padahal aku tak tidak pernah merugikan siapapun, sedikitpun aku tidak pernah merugikan siapapun, ingaattt aku ta merugikan siapapun...
Jika mengenang dan membayangkan masalah ini, sakit sekali... Padahal kelak ketika aku akan membangun rumah, aku tidak akan mengemis memelas dan menangis akan meminta minta bantuan dari mereka, aku hanya ingin dan sekedar ingin mempunyai rumah tanpa jualan Do'a, tabur pahala dan mengemis dengan nama agama. Aku tidak ingin dzolim pada orang lain, lebih baik punya rumah rumah yang asli rumah, dari pada rumah berkedok pahala. Aku ingin jujur pada dunia dan siapa saja bahwa dengan kejujuran pun aku mampu dan bisa membangun Istana.

Sekali lagi, sakit niat hati ini, di cederai dengan cara yang tak patut dan memalukan seperti ini. Terima kasih dulur, panjenengan menunjukkan bagaimana aslinya wajah panjenengan, wajah dengki yang berkedok agamis...

AHLAN WA SAHLAN HAFELKU

Selamat datang anakku

Minggu, 15 September 2019

AHLAN WASAHLAN SHOLEHKU

Sebenarnya banyak sekali yang ingin aku ungkap dalam tulisan ini, karena tahapan dan perjuangan kami untuk lulus dalam ujian ini sangatlah berat amat sangat berat dan panjang.

berawal dari sebuah malam di hari selasa di awal bulan Agustus, Istriku yang sedang hamil di bulan ke 6, tiba-tiba mengeluh karena mengeluarkan cairan yang bewarna putih bening, rasa kawatir dan takut membaur menjadi satu, karena menurut perhitungan Bidan, kehamilan ini terlalu dini dan awal, sehingga sangat beresiko. 

Tak mau mengambil pusing akhirnya saya bawa istri dan anak semata wayang kami menuju Ibu Bidan Dsa yang tak jauh jaraknya, namung sayang setelah kami ketuk pintunya berulang-ulang, pintunya tak juga dibuka.

akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke rumah Bida DEsa sebelah yang kebetulan menjadi langganan kami berkonsultasi, hawa dingin yang menerjang dan pekatnya malam tak kami hiraukan demi keselamatan istri dan janin yang dikandungnya, Alhamdulillah setelah kami sampai di kediaman sang bidan, beliau sudah siap sedia karena sedang menangani ibu ibu yang sedang melahirkan, namun sayang, jawabannya tidak begitu membahagiakan kami.

Dengan usia kandungan yang sangat terlalu muda, bu Bidan tidak mau berandai andai, beliau memberikan rekomendasi agar segera menuju Rumah Sakit agar segera di periksa secara intensif dan maksimal. akhirnya kami segera menuju Rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan secara maksimal. kami memilih RSI Gondanglegi sebagai pilihan pertama, Selama tiga hari Istri saya tercinta di rawat secara Intensif di ruang perawatan Ibu Meahirkan, namun sayang jawaban yang tak kami harapkan kembali hadir, Prediksi Bu Dokter yang melakukan USG mengatakan bahwa Air ketuban IBu terlalu banyak yang keluar sehingga membahayakan bagi janin, sehingga Ibu harus istirahat total hingga bayi mencapai berat badan yang ideal dan siap untuk dilahirkan. JikaTidak, janin tidak tertolong atau lahir dalam keadaan yang tidak diinginkan, lunglai rasanya mendengar penjelasan itu. 

Setelah itu, Istriku betul betul Istirahat total, apapun yang menjadi tugasnya aku yang melakukan, hingga buang air kecil sekalipun aku yang membantu, semata mata agar ia bisa istirahat. 

Hampir sebulan lamanya Istriku beristirahat secara penuh, hingga pada suatu malam, ketuban yang selama ini ia tahan ternyata keluar kembali, rasa takut kembali mengemuka, akhirnya kami sepakat untuk berobat kembali ke Rumah Sakit yang lebih besar dan perawatan yang lebih maksimal, pilihan kami jatuh pada RSUD Kepanjen Malang. 

Rasa trenyuh dan kasihan pada kondisi istriku kembali hadir, belum genap satu bulan pergelangan tangannya lepas dari jarum Infus, kembali dihari ini akan di masukan, namun dengan santai dan tegar ia hadapi semua itu dan sesekali tersenyum menenangkan saya. Meski saya tahu ia dalam kondisi Yang sangat terpuruk.

Tiga hari lamanya ia terbaring di ruang perawatan ibu hamil dan melahirkan, dan selama itu pula, rasa cinta dan sayang kami seakan terpupuk kembali, saya semakin mencintai istriku, disaat saat yang kurang menyenangkan. Usai mendapatkan perawatan intensif selama tiga hari, istriku di perkenankan pulang. Sebuah moment bersejarah saya saksikan pada saat istriku di rawat di Rumah Sakit, Ibu mertuaku datang nyambang anak tersayangnya, disaat pertama kali bersua, keduanya berpelukan dengan erat, kasih sayang yang selama ini tertahan mereka luapkan bersama, air mata ini tak mampu bertahan hingga beberapa butir air mata menetes perlahan di pipiku, aq beranjak pergi, agar tidak mengganggu kesakralan silaturahim antara Istriku dan ibu mertua.

Dihari terakhir perawatan istriku dites secara intensif melalui USG di ruang khusus, dalam pemeriksaan tersebut, dilihat secara visual kondisi janin, dan diakhir pemeriksaan tersebut, dokter spesialis kandungan itu berujar jika secara fisik anakq belum siap, baik segi berat badan maupun yang lainnya, namun jika dilihat dari detak jantung nya, ia sangat sehat. Namun saran dari dokter sebisa mungkin janin ini dipertahankan dengan Bed rest total, harus dengan istirahat penuh, tidak boleh beraktifitas apapun.... Iya apapun... 

Akhirnya setelah berkemas dan mendapat izin dokter yang selama ini merawat, istriku diizinkan untuk pulang, tapi atas saran ibu mertua, istriku diminta untuk perawatan di rumah Singosari saja, tapi itu jika Aku memberikan ridlo atau izin, aku tersentak hingga sebegitu hurmatnya ibu mertuaku kepada menantunya, hingga untuk urusan izin merawat putri kandungnya harus mendapat ridlonya, aku meng iyakan saran ibu, karena dengan perawatan dari ibu, maka aku jadi lebih tenang, karena secara fisik mauoun psikologis, istriku jagung bisa istirahat. Dan akhirnya istriku akhirnya di jemput kakaknya untuk pulang ke Singosari, dari kejauhan mataku berkaca-kaca, merasa bersalah dan berdosa tak mampu menjaga dan melayaninya, hingga disaat membutuhkan kasih sayang seperti ini aku tak mampu melayaninya. 

Setelah istriku di jemput oleh keluarganya, aku beraktifitas sebagaimana biasa, karena setumpuk pekerjaanku tidak mungkin aku tanggalkan begitu saja, akhirnya untuk mensiasatinya, setiap hari hingga larut malam semua tugas aku selesaikan agar di hari kamis dan Minggu aku bisa bersua dengan anak dan istriku. 

Suatu malam di hari Jumat akhir bulan Agustus, disaat aku sedang rapat dengan panitia pembangunan kantor NU, tiba tiba teleponku berdering mengabarkan saat ini istri sedang dirawat di RS. Prima Husada Singosari, Jlegh... Hatiku berdetak kencang apakah sudah waktu ia melahirkan, akhirnya tanpa ba-bi-bu, di pagi buta sebelum adzan subuh berkumandang, aku susul ia di Rumah Sakit, terlihat wajah sumringah dan ceria istriku saat melihat kedatanganku, akhirnya ia tumpahkan semua keluh kesah dan semua perasaannya kepadaku, ia berujar Nyuwun ngapunten nggih Mas, nggih jawabku perlahan. Tiga hari juga ia beristirahat di Ruang perawatan ibu ibu hamil tersebut, hingga di hari general cek up dengan menggunakan USG, dokter mengkhawatirkan jumlah air ketuban yang semakin menipis, karena bisa membahayakan ibu dan juga janin d kandungannya, dokter meyakinkan kami bahwa kondisi janin dalam kondisi normal, namun dljika dilihat dari usia kehamilan sebenarnya ia masih sangat muda yaitu 7 bulan, namun mempertimbangkan air ketuban yang menipis maka di sarankan untuk dilahirkan meski prematur. 
Namun untuk sementara waktu istriku dipersilahkan untuk istirahat terlebih dahulu, jika sewaktu-waktu air ketubannya mrembes lagi maka disarankan untuk periksa dan jika dimungkinkan agar segera dilahirkan.

Dengan perasaan gontai dan tak menentu, akhirnya istriku kembali pulang kerumah ibu mertua, masih sama dengan hasil pemeriksaan dua rumah sakit sebelumnya, namun rumah sakit yang terakhir ini memberikan sedikit pencerahan dan positif thinking, sedikit tenang rasannya dan akhirnya seperti yang sudah sudah, istriku harus beristirahat dengan total, seharian ia Hanya tidur dan tidur, tidak boleh beraktifitas apapun, ada sebuah dialog yang cukup membuatku iba pada istriku, selama kami menikah, belum pernah rasanya aku di sambati sampe menangis seperti itu, karena ia bukan tipikal wanita cengeng dan gampang sambat, dengan lugas istriku curhat melalui WA kalo ia membutuhkan kehadiranku, membutuhkan doronganku sebagai suami, tolong tinggalkan semua kegiatan dirumah untuk mendampingi nya, ia sangat kesepian meski banyak orang disekitarnya, tersentak dan merasa bersalah aku kepadanya, dan dengan tekat kuat aku mengajukan permohonan izin untuk semua jenis kegiatan mulai sekolah, NU, kegiatan penyuluh dan lain sebagainya. 

Akhirnya hari itu tiba, di hari Rabu pagi awal bulan September 2019 air ketuban yang selama ini di tahan agar tidak keluar dari rahim istriku sepertinya tak mampu ia tahan, banyak air ketuban yang keluar, dan akhirnya dengan tekat kuat dan restu ibu ku dan ibu mertua kami yakinkan untuk melahirkan bayi yang ada didalam rahim istriku, dengan segala resiko yang ada, ya segala resiko yang ada. Dan setelah melalui pemeriksaan yang berkala dan intensif, dokter memberikan rekomendasi dan izin untuk melahirkan bayi kami, 

Gontai dan kacau perasaan kami, hingga mulutku tak pernah lepas dari bacaan Sholawat, karena inilah akhir dari semua ujian yang sedang kami alami ini, selama sebulan lebih perasaan kamu seperti terombang ambing, disiksa oleh ketidak pastian. Dan setelah mendapatkan beberapa obat perangsang untuk ibu yang melahirkan, istriku mulai merasakan kontraksi, mulai jam 4 sore hingga jam 7 malam ia sesekali merasakan sakit yang luar biasa hingga akhirnya pada pukul 8 malam ia seperti merasakan rasa sakit yang hebat, aku yakinkan agar sabar dan tenang, karena prediksi perawat bayi akan lahir sekitar tengah malam, namun istriku mengatakan jika ia tak mampu menahan, dengan cepat aku panggil perawat jaga dan bilang kondisi istriku yang sedang kesakitan hebat, ketika aku dan perawat tiba, kami d kejutkan dengan kondisi sang bayi yang hampir keluar, terlihat istriku yang sedang mengejang dan kesakitan yang luar biasa, dan alhamdulillaaah....
Seorang bayi keluar dengan proses yang normal sangat normal sekaligus sangat cepat, setelah anakku bisa terlahir dengan normal, dengan lirih aku berujar pada perawat, laki laki apa perempuan Bu?... Alhamdulillah laki laki pak...
Alhamdulillaaaaaahhhh.... Pekik ku... 
Subhanallah, walhamdulillah Wallahu Akbar...
Selamat datang anakq...
MUHAMMAD AL FALAH NAWAWI


Selasa, 20 Agustus 2019

KETIKA DAN TATKALA AKU TERPASUNG

Sudah sebulan ini jalan hidupku terlunta lunta, tersiksa dan tak tau menahu harus apa dan harus bagaimana, sungguh bingung aku dibuatnya.

Pontang panting diriku mencoba mensibak badai ini, bukan hanya raga yang letih dan lelah, tapi juga jiwaku terombang ambing  ketidak pastian, semua hal seperti menyiksaki secara bergantian.

Tak mungkin aku

Senin, 27 Mei 2019

BENTENGI MILENIAL DENGAN WEBSITE NU

Maraknya faham radikalisme di kalangan remaja, membuat banyak kalangan menjadi miris, terlebih kalangan Ulama sebagai benteng terakhir pengawal nilai nilai NKRI Harga Mati.

Dengan berbagai upaya dan cara, di laksanakan lah pelbagai cara untuk memperkuat sendi sendi pemersatu bangsa dj kalangan para pemuda, salah satu upaya yang dilaksanakan adalah pengkaderan jiwa jiwa muda dalam Nahdlatul Ulama

Selasa, 30 Januari 2018

PRESENTASI TUGAS SBK KELAS 9

Presentasi siswa siswi kelas 9 MTs Annur Sawahan Turen, pada hati Selasa 23 Januari 2018

Kamis, 21 September 2017

AGENDA KARNAVAL SEPTEMBER

TER UPDATE
Jadwal Karnaval Suroan dan Festival Tahunan 2017
Wilayah Malang Raya

By www.arifnoer.blogspot.com

21 September- Banjarrejo - Pagelaran
21 September- Wonosari - Gunung Kawi
23 & 24 September - Lowokjati Baturetno Singosari
24 September- Mergosono - Kota Malang
24 September- Tlogowaru - Kota Malang
24 September- Mulyoasri - Ampelgading
24 September- Kepatihan Pamotan - Dampit
24 September- Ardimulyo - Singosari
24 September- Bulukerto - Kota Batu
21 September- Balearjosari - Kota Malang
24 September- Cemorokandang - Kota Malang
24 September- Jatisari - Tajinan
27 September- Songgoriti - Kota Batu
28 September- Karanganyar -Poncokusumo
28 September- Sawahan - Turen 
30 September- Lesanpuro - Kota Malang
30 September- Pidek - Gondanglegi
30 September- Kemulan - Turen
30 September- Tunjungsari - Bantur
01 Oktober- Putat Kidul - Gondanglegi
01 Oktober- Codo - Wajak
01 Oktober- Pandanrejo - Wagir
01 Oktober- Mendalanwangi - Wagir
04 Oktober- Jatiguwi - Sumberpucung
04 Oktober- Pandanlandung - Wagir
07 Oktober- Wonokerto - Bantur
08 Oktober- Arjosari - Kalipare
08 Oktober- Polowijen - Kota Malang
08 Oktober- Pajaran - Poncokusumo
08 Oktober- Merjosari - Kota Malang
08 Oktober- Kenongo (Sumbersuko) - Wagir
11 Oktober - Pesona Gondanglegi Star MAN Gondanglegi (Putat Lor) Finish Kantor Kecamatan Gondanglegi

Selasa, 05 September 2017

TUGAS SBK KELAS 8 MTs ANNUR

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat Datang di Blog pribadi saya, bagi kalian kelas 8 silahkan simak keterangan di bawah ini, kerjakan tugas yang saya berikan. diharapkan pada pertemua minggu depan kalian sudah bisa mengumpulkan semua tugas dan mempresentasikan semua tugas di depan kelas. Bagi kalian yang tidak mengumpulkan tugas tanpa alasan yang jelas maka tidak di perkenankan mengikuti jam pelajaran saya. Insya Allah minggu depan pelajaran SBK akan bertempat di ruang Lab. Bahasa untuk membahas pembagian Seni Rupa.

Tugas untuk kelas 8 adalah : 
carilah contoh gambar atau lukisan yang berkaitan dengan materi pembelajaran kita, yaitu 
1. Gambar Simetris
2. Gambar Asimetris
3. Gambar Sentral
Masing-masing contoh gambar minimal berjumlah 2 gambar, semuanya di tata rapi di kertas volio atau lertas F4. kemudian di print (Boleh warna atau hitam putih)
Contoh Gambar Simetris


Silahkan kerjakan tugas SBK dengan baik, agar mendapatkan Nilai yang Maksimal

Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb












Senin, 04 September 2017

TUGAS KELAS 9 MTs ANNUR

TUGAS MATA PELAJARAN SBK KELAS 9
Untuk melengkapi nilai pelajaran SBK, seluruh Siswa kelas 9 di harapkan membuat tugas Kreasi Tulisan Grafiti dengan bahan dasar kertas Asturo untuk lebih jelasnya silahkan baca keterangan di bawah ini :

A. Bahan Tugas
1. Kertas Asturo 3 lembar (warna beda)
2. Lem kertas (Glukol)
3. Gunting kertas
4. Penggaris

B. Pembagian Tugas
Dalam pembagian tugas, setiap kelompok wajib membuat kreasi tulisan dengan bahan dasar kertas Asturo, setiap kelompok dengan kelompok lainnya berbeda tulisannya, sehingga di harapkan bisa bersaing untuk mendapatkan kreasi terbaik dan Minggu depan akan dipresentasikan.
Adapun pembagian Tugas adalah
Kelompok 1 membuat tulisan "KEAMANAN"
Kelompok 2 membuat tulisan "KETERTIBAN"
Kelompok 3 membuat tulisan "KEINDAHAN"
Kelompok 4 membuat tulisan "KEBERSIHAN"
Kelompok 5 membuat tulisan "KEKELUARGAAN"

C. PRESENTASI
Setiap kelompok wajib mempresentasikan hasil tugasnya di depan kelas Minggu depan atau hari Selasa tanggal 26 September 2017. Jika pada tanggal tersebut tidak dapat mempresentasikan hasil kelompok nya maka seluruh anggota kelompok akan menjadi mendapatkan sanksi dari Guru SBK

D. PEMBAGIAN KELOMPOK KELAS 9 C
Kelompok 1
Lina
Mawar Dani
Lela#
Uslifatul
Yulia
Kelompok 2
Vina
Rohmah
Naza
Endri
Aziz #
Kelompok 3
Dicky
Adit #
Dimas

# = Ketua Kelompok

Kamis, 02 Februari 2017

KREASI LAMPU HIAS DARI STIK ES CREAM

Ini adalah hasil karya dari anak Didik saya kelas 9 MTs Annur, bahan yang d gunakan adalah Stik es krim, lem, kabel, lampu dan jek listrik

Sabtu, 31 Desember 2016

SAAT BIDADARIKU HADIR

Anakku, aku buat catatan ini, agar engkau kelak membacanya dan mengerti proses ia hadir di dunia

02.30
Aku dibangunkan istriku karena perutnya yang sakit melilit, tulang belakang dan leher terasa sakit, aq bantu dengan pijatan pijatan ringan di punggung, Hingga ia merasa nyaman dan melanjutkan tidur.

03.30
Ia kembali bangun, kali ini ia bilang ada cairan jernih yang kental keluar, aq dan istri sama sama bingung apakah ini ketuban ataukah cairan biasa. Aq merasa ini saatnya, aq bantu meringankan dengan memberikan minuman. Air putih dan sesendok madu murni

05.01
Usai sholat subuh Aq bergegas mengantar istriku menuju ke bidan langganan keluarga, untuk melakukan pemeriksaan, setibanya di klinik Bidan tersebut awalnya pembantu bidan bilang, bahwa kemungkinan ini hanyalah keputihan biasa, namun setelah di periksa secara intensif oleh bu Bidan, ternyata istriku sudah masuk tahap Pembukaan 1. Seketika itu aq panik dan tak tau apa yang harus aku lakukan, lantas aku pamit sebentar kepada istriku, sembari mengembalikan mobil yang aku bawa, sambil mengambil keperluan persiapan melahirkan.

10.20
Setelah menunggu hampir 4 jam lamanya, tetapi tetap saja tidak ada perubahan, istriku hanya tergolek lemas, hanya sesekali merasakan nyeri di perutnya, tiba-tiba saat itu ibu mertuaku hadir memberikan Do'a restu nya, sambil beruraian Air mata, beliau mendampingi istriku

14.29
Entah ada apa ini, hingga saat ini pembukaan masih satu saja, dari alasan yg di kemukakan ibu bidan, istriku lapisan pelindung bayi telah sobek dan pecah, sehingga harus didorong keluar, sebab jika di biarkan maka akan membahayakan bagi janin bayi, entah aq manut mawon, yg jelas saat ini aq udah ga enak bersikap, Mules n mumet semua menyatu, saat itulah kakak iparku hadir, memberikan suport agar tetap bertahan, meski awalnya Bidan memberikan rekomendasi agar istriku dibawa ke Rumah Sakit, tapi akhirnya diurungkan dan bersiap melakukan persalinan secara normal. Bidan memberikan semacam obat perangsang agar memudahkan persalinan, akhirnya kontraksi semakin intens, tiap menit rasa sakit terlihat mencengkeram nya. Ta tega melihat nya.

15.30
Rintihan sakit saling bersahutan, menunjukkan betapa menderitanya ia, air mata tak henti-hentinya berkibar cucuran, jujur andaikata boleh memilih, aq sementara ingin keluar dulu, agar tak mendengar dan melihat ia begitu menderita, bukan karena aq tak peduli, namun aq tak tega melihatnya merana sedemikian rupa. Ya Allah sakit nian rupanya, apalagi ini adalah kelahiran yang pertama, tentunya rasa sakitnya amat terasa. Akhirnya meski hati terasa tercabik cabik, aq kuatkan mental dan hati untuk mendampingi nya di segala kondisi dan suasana, aq teguhkan ia agar mampu bertahan dalam perjuangan hidup dan mati

17.00
Tak tanggung-tanggung, tiga orang saudara-saudara istri ku yang membantu proses melahirkan ini, semua naik keatas ranjang persalinan, ibarat pergulatan jagoan dunia persilatan atau serial pertarungan Smack Down, semua saling berdoa sekuat tenaga, agar berjalan dengan lancar. Istriku terlihat betul-betul payah, Nafasnya tersengal-sengal dan keringat dingin terus bercucuran. Masya Allah, benar benar perjuangan hidup dan mati.

17.54
Tepat jelang adzan magrib berkumandang, Bu Bidan berkata memberikan instruksi, sedikit lagi... Ayoo.. ndak usah di tahan, tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan semua tenaga. Dan akhirnya tepat disaat adzan Magrib berkumandang, sesosok bayi mungil yang masih tersambung ari-arinya, telah berada dalam gendongan Ibu Bidan, air mataku langsung bercucuran deras, Subhanallah, tak terkira bahagia ku disaat itu, aku cium tangan istriku sembari berucap, terimakasih sayangku... Usai di potong ari-arinya, anaku langsung ditempatkan di atas gendongan istriku, konon agar terikat batin. Aq tak mau kemesraan kedua bidadari ku ini, sambil aku lantunkan adzan di telinga kanannya dan iqomah di telinga kirinya. Masya Allah, lengkap sudah kebahagiaan ku saat ini. Istri cantik jelita dan putriku yang mempesona.

"Wahai manusia nikmat apa yang engkau ingkari dari tuhanmu, sedangkan semua nikmat berasal dan datang dari tuhanmu.."

Aku Mencintaimu Istriku

Pipit ku....
Sosok kesederhanaan dalam balutan keanggunan seorang wanita, tidak mengagungkan keangkuhan meski banyak potensi yang ia punya, sungguh anugerah tak terhingga yang aku miliki, disaat aku berlumur dosa, tapi Allah memberikan aku pengingat penuntun dan pembawa kesejukan...
Istriku...
Maafkan atas semua kesalahan dan ke khilafanku nggih... Aq mencintai mu

Rabu, 12 Oktober 2016

SETAHUN PERJALANAN

Alhamdullilah, genap setahun perjalanan kisah cinta ini, genap setahun aq bersanding dengan wanita cantik ini, dan genap setahun sudah lika-liku perjalanan rumah tangga kami jalani. Suka dan duka seakan berjalan beriringan membayangi langkah kami berdua, namun sepertinya lebih banyak sukanya ketimbang dukanya, maklum saja... Masih pengantin baru, semua terasa indah....
Jujur saja, disaat-saat yang hening, kala ia terpejam setelah seharian beraktivitas, aku pandangi wajahnya yang Ayu, cantik... Sungguh cantik istriku, meski tanpa balutan make up pun ia tetap cantik, beruntung nian aku menjadi suaminya. Entah berapa kali aku merayunya dengan kalimat kalimat romantis, tapi seketika itu juga ia hanya bilang dengan santai, nggih matur suwun "hadza minfadli Robbi..." sambil nyengir menggoda.
Ah perjalanan hidup itu memang amat susah ditebak arahnya, apalagi jika kita membahas tentang jodoh, maka tak ada satupun piranti canggih yang sanggup menguak garis jodoh kita kelak. Begitu juga kisah jodohku, aku dan istriku sama-sama tak mengenal diantara satu dan yang lain.... Kami hanya percaya bahwa ini adalah jawaban do'a-do'a kami, meski jujur mawon, di awal awal kami membina rumah tangga, kami tak merasakan indahnya bulan madu, kami tak merasakan jatuh cinta. Entah kenapa... Yang jelas kami masih sama-sama berusaha mengenal dan memahami pasangan kami, meski latar belakang yang sama-sama pesantren, ternyata bukan jaminan mempercepat dan mempermudah komunikasi. Namun Alhamdulillah, berkat kesabaran kami masing-masing dan Do'a orang tua juga guru-guru kami terbukalah pintu hatiku dan hatinya, kini hati kami saling bertaut, saling merindukan dan saling mencintai.
Subhanallah... Sungguh istimewa drama percintaan kami, tanpa diawali dengan percintaan bahkan di mulakan dengan paksaan, kisah cinta ini justru bergulir dengan indah, Alhamdulillah... Saat aku tulis kisah iniSWT. Kami sedang harap harap cemas, menantikan kehadiran si buah hati, yang sedang bersembunyi cantik di rahim istriku, dia sudah berumur 6 bulan. Doakan ia dan ibunya sehat dan selamat, dan tetap dalam lindungan Allah SWT.

Jumat, 24 Juni 2016

ANUGERAH ITU BERNAMA ANAK

Selasa, 24 Mei 2016

CANTIKNYA ISTRIKU

Tujuh purnama sudah aku dan istriku lewati masa-masa awal membina rumah tangga, jujur saja hingga tulisan ini aku buat, aku masih tak percaya jika aku sudah punya istri, sesekali aku mencuri pandang terhadap wajahnya yang manis, aku bertanya kepada diriku sendiri, benarkan gadis manis ini istriku, ternyata jawabannya tetap, gadis bermata indah ini adalah benar-benar istriku.

Subhanallah, sungguh beruntung tiada rugi diriku, bisa bersanding selamanya dengan dia, parasnya yang elok, pekertinya yang santun, keilmuannya yang tinggi, hingga sifat qona'ahnya yang tiada terkira, membuat diriku selalu jatuh cinta di setiap waktu.

Meskipun di dua purnama awal adalah masa-masa terberat dalam hidup kami, namun aku yakin ini adalah proses menemukan jati diri pernikahan yang dilandasi iman, taqwa juga cinta, ya cinta... Karena bagaimanapun sebuah mahligai rumah tangga akan menjadi pincang jika cinta bertepuk sebelah tangan, sama halnya dengan aku, butuh waktu hingga 3 purnama untuk bisa menyatukan hati ini, tapi aku tak patah arang karena tak mungkin aku temukan sosok sebaik ini di wanita lain, oleh karenanya harus aku pertahankan sekuat tenaga dan kesabaran harus ekstra.

Kesabaranku berbuah manis, sedikit demi sedikit terbukalah tabir keindahan cinta, hati kami saling berpaut, cinta, rindu, asmara, berbunga dan ribuan sanjungan cinta, menggelora di segenap jiwa. Aku seperti baru merasakan sebenarnya pengantin baru, yaaa setelah 3 bulan baru kurasakan nikmatnya menjadi suami dan istri...

Kini disaat-saat hening seperti ini, aku tatap wajah istriku dalam-dalam, aku amati tanpa bosan, sambil berguman dalam hati "Subhanallah, cantik nian istriku ini...."

Jumat, 06 November 2015

SATU PURNAMA BERSAMA DIA

Alhamdulillah...
Alhamdulillah...
Alhamdulillah...
Sujud syukur ku tersembahkan kehadlirat Ilahi robbi, atas segala nikmat yang aku reguk disaat ini dan semua anugerah keindahan yang kurasakan disaat ini.

Setelah sebulan lamanya tak ku sentuh "buku harian" ini, akhir nya ingin ku isi lagi dengan pengalaman yang kulewati, akan kucoba uraikan sedikit Tentang momen terindahku sebelum, sesudah dan disaat acara berlangsung...

SEBELUM
Sehari sebelum pelaksanaan pernikahan, adalah sebuah pengalaman yang paling mendebarkan dalam hidupku, tak pernah aku alami sebuah fase nervous yang sedemikian tingginya, aku betul-betul seperti bukan diriku, yang mudah panik, perut mules, malas makan dan mudah ngelamun, hingga yang paling detail pun aku merasa kacau, untunglah semua sudah tertata rapi dan persiapan sudah berjalan dengan baik sehingga semua tingga eksekusi saja. Mulai dari terop, sound, konsumsi dan undangan semua sudah tersusun dengan baik. Ini semuanya didukung sama kekompakan keluargaku dan dukungan dari para kolega dan sahabatku...

Entahlah, tapi begitu besar dukungan moral dan juga material dari mereka membuat aku terharu, apalagi disaat mereka berkata "awakmu iku sing paling sregep ngewangi dulur lan kancane, saiki gantian awakmu sing ta ewangi..." matur suwun dulur. Sehingga disaat malam jelang hari H, kemeriahan tampak begitu terasa karena semua berkumpul di rumahku, canda tawa dan suka menghiasi semua sudut rumah ku. Apalagi dikala para sedulur laki laki berkumpul di depan rumah menghiasi mobil pengantin, semua tampak gembira dan bahagia sehingga mobilnya mas imam jadi tampak unik dan keren.

PADA SAAT PELAKSANAAN
pagi buta sekitar pukul 2 dini hari, aku terjaga dari tidurku, bukan karena aku terganggu sepi dan hening, tapi justru Karena aku gelisah, takut dan sepi. Aku susuri semua sudut rumahku, terlihat berantakan dan ga karuan, juga terlihat saudara dan family semua terkapar kelelahan, semua demi aku... Ya Allah begitu besar pengorbanan mereka demi membahagiakan aku, lalu aku ambil air wudlu dan kuteruskan dengan qiyamul lail, sholat tahajud, hajat dan witir. Lama nian sholatku kali ini... Sepertinya hati ku benar benar gusar tiada tara, hari yang selama ini aku tunggu selama ini ada didepan mata... Ya ada di depan mataku.

Selasa, 29 September 2015

SEHARI JELANG RESMI

Hari ini...
Tepat sehari sebelum ikrar ini terucap, gundah gulana tiada terkira. Semua menyatu menjadi satu panik dan bahagia seakan bergantian menari. Aku takut sekaligus bangga, masa lajangku aku tuntaskan dengan baik, meski umur terbilang udzur namun tak apa daripada tidak sama sekali.

Apakah perasaan seperti ini yang melanda setiap calon pengantin baru... Berarti sungguh tersiksa batin dan perasaannya... Karena di landa kecemasan dan kepanikan yg luar biasa, tensi jantung yang selalu kencang, kadar emosi yg selalu meninggi hingga konsentrasi yang kerap kali pudar.

Namun konon katanya, semua akan terbayarkan esok hari, disaat malam menjelang dan halal menjadi hak kita, disaat itulah surga dunia benar-benar kita rengkuh dan kita miliki, katanya sih aq juga ga tau karena sekarang masih jam 2 siang, besok malam baru aku buktikan kata orang2 tersebut...

Pipit... Aku datang cintaku...