SELAMAT DATANG

Assalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Selamat datang para pengelana dunia maya.
Selamat datang diduniaku, dunia sederhana yang dipenuhi dengan kebebasan dalam berekspresi,
namun tetap mengedepankan Ahlaqul karimah,
tanpa takut oleh tekanan dari manapun, dan jauh dari diskrimininasi budaya, hukum, martabat, derajat dan pangkat.

Ini adalah suara murni hatiku,
yang terangkai dalam dalam bentuk kata-kata,
entah jelek entah bagus, namun inilah aku yang jujur dalam berfikir dan berkata.

Moga ada guna dan manfaatnya

Amin Amin Ya Robbal Alamin

Rabu, 14 September 2011

BERKATA DALAM TAKARAN USIA

Pelan tapi pasti, inilah wujud gambaran yang pasti semua orang rasakan, semakin lama usia anak manusia akan semakin berkurang, hal ini tidak bisa lawan, karena ini adalah kodrati dari sang pencipta.

Dalam pelbagai fan ilmu, tidak ada yang sanggup membongkar rahasai dibalik usia manusia, tak ada yang sanggup melawan penuaan, tidak ada yang bisa mencegah wajah keriput dan belum ada yang sanggup menangkal rambut beruban, semua adalah tatanan indah kehidupan yang pasti di lalui anak manusia.

Namun dibalik itu semua ada semacam game yang Allah SWT berikan kepada setiap hambanya, yakni sebuah melodi kehidupan dengan skema permainan yang sangat terperinci, kita bebas memilih peran dengan sekehendak hati kita, kita bisa berpindah pindah lakon sesuai dengan keinginan kita.

Akan tetapi bukan berarti dengan kehendak yang sekehendak kita lantas kita bisa lepas tanggung jawab, karena justru diakhir cerita nanti kita akan memasuki sebuah pengadilan maha agung dan pengadilan maha adil untuk menjawab semua amal perbuatan kita.
Semoga kita terselamatkan.
Amin

Minggu, 04 September 2011

KALA MUSIBAH DATANG



Ada sebuah pelajaran berharga yang aku lihat kemarin, sebuah musibah besar menerpa teman se Almamater dan sedaerah denganku. Namanya Bahrul Ulum, umurnya masih muda, namun cobaan hidup yang ia alami begitu besar, hingga mau tak mau ia harus rela melepas kepergian istri dan anak tercintanya.
Sebuah kebakaran hebat telah merenggut kebahagian keluarga kecil ini, padahal baru beberapa bulan saja sang istri kembali pulang dari tanah perantauan demi mencari beberapa ringgit Malaysia demi mengurangi beban kebutuhan keluarga.
Kisah tragis ini bermula pada saat listrik dikampungnya tiba-tiba padam di tengah malam, untuk menerangi gelap gulita dimalam itu, Ulum menyalakan lilin kecil dan ia tempatkan di sudut ruangan, namun sayangnya pada saat mereka terlelap tidur, ulum tidak sadar jika lilin yang ia nyalakan telah habis terbakar, tanpa dinyana nyala api tersebut menjalar ke jurigen tinner yang sangat mudah terbakar. Sontak seluruh rumah terbakar sebuah motor, televise dan seisi rumahnya habis dilalap sijago merah, hingga kedua belahan jiwa yang ia sayangi pun yakni istri dan anaknya yang sedang tertidur juga terkepung oleh api, akhirnya keduanya wafat berpelukan dikamar keluarga. Innalillahi wainnailahi rojiun.
Singkat cerita Ulum yang malang ini akhirnya terpaksa dirawat dirumah sakit dengan pelayanan seadanya. Luka parah disekujur tubuhnya, menunjukkan betapa hebat kebakaran dimalam itu, wajahnya melepuh hitam, kelopak matanya bengkak hingga sulit digerakkan, kedua tangan dan kedua kakinya juga tak luput dari luka bakar serius. Masya Allah… betapa berat cobaan orang ini.
Satu catatan pasti yang akan aku tulis dalam-dalam, jangan pernah lengah dalam segala keadaan, tetaplah memohon perlindungan Gusti Allah SWT. Selalu bersyukur terhadap semuanya, karena kita masih diberikan keadaan yang sehat wal afiat tanpa kurang suatu apapun.Rata Penuh
Malang 03 Sepetember 2011

Minggu, 26 Juni 2011

Contoh MC Maulid Nabi Muhammad SAW

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ

نَحْمَدُكَ يَاذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ، عَلَى مَاأَكْمَلْتَ لَنَا مِنْ دِيْنِ الإِسْلاَمِ، وَنُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى نَبِيِّ الْهُدَى وَالرَّحْمَةِ، الْمَبْعُوْثِ بِالْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ، خَاتَمِ النَّبِيِّيْنَ، وَاِمَامِ الْمُرْشِدِيْنَ،سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَأَتْبَاعِهِ أَجْمَعِيْنَ :

أَمَّا بَعْدُ.............

Hadaratal Mukarom para Habaib, wabil khusus yang mulia Habib Umar Al Mutohar dari Semarang.

Yang kami hormati para alim Ulama’, para Masyayikh dan para Kyai wabil khusus romo KH. Syihabuddin beserta keluarga.

Kepada yang terhormat Bapak-bapak sesepuh Desa Kedungbendo Sooko Mojokerto

Bapak dan ibu-ibu hadirin, kaum muslimin muslimat yang berbahagia.

Syukur Alhamdulillah, marilah senantiasa kita panjatkan kehadlirat Allah, atas nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita, sehingga kita bisa berkumpul dan bermuwajahah bersama dalam acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw. pada tahun 1432 Hijriyah atau tahun 2011 Masehi ini.

Sholawat maa salam, semoga tetap terhaturkan keharibaan Nabi Agung Muhammad SAW, sosok nabi Akhirul Zaman yang senatiasa kita cintai, semoga do’a syafaatnya senantiasa memayungi langkah kita menapaki kehidupan kita ini.

Hadirin yang berbahagia, berikut kami bacakan susunan acara pada malam hari ini :

    1. Acara yang pertama adalah Pembukaan.
    2. Dilanjutkan dengan acara yang kedua adalah pembacaan ayat-ayat suci Al-Qu’an.
    3. Pembacaan sholawat nabi menempati acara yang ke tiga.
    4. Acara keempat adalah sambutan-sambutan
    5. Acara puncak pada malam hari ini adalah mauidzotul hasanah, yang insya Allah akan di sampaikan Oleh Al-Habib Umar Al Muthohar dari Semarang
    6. dan acara peringatan maulid Nabi ini ditutup dengan pembacaan Do’a

Hadirin yang dirohmati Allah, melangkah kepada acara yang pertama yakni pembukaan. Marilah acara pada malam hari ini kita buka dengan pembacaan Ummul Qur’an atau Suratul Fatihah, dengan harapan semoga seluruh rangkaian acara pada malam hari ini, dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan yang berarti, amin.

عَلَى هَذِهِ النِّيَةِ وَكُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ الفَاتِحَةَ.......Disampaikan terima kasih

Melangkah kepada acara selanjutnya, yakni Pembacaan Ayat-Ayat Suci Al-Qur’an. Kepada akhina Ulil Abshor dipersilahkan.

صَدَقَ اللهُ العَظِيْمِ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَى ذَالِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ

Melangkah pada acara ketiga, adalah pembacaan Sholawat Nabi, yang akan dipandu oleh saudara Ahmad Rosyidin kepadanya disilahkan.

Hadirin yang berbahagia, acara selanjutnya adalah sambutan-sambutan, sambutan yang pertama adalah sambutan atas nama ketua panitia, kepada yang terhormat Ustad Ahmad Dardiri Disilahkan.

Sambutan selanjutnya atas nama sesepuh desa Kedungbendo Sooko, Kepada yang terhormat KH. Syihabuddin, dihaturkan.

Hadirin yang berbahagia, acara selanjutnya adalah Mauidzotul Hasanah yang akan disampaikan oleh Al Habib Umar Al-Muthohar dari semarang. Kepada beliau dihaturkan.

Hadirin yang berbahagia, sebagai ungkapan syukur, atas terselenggaranya acara ini, marilah kita memanjatkan do’a, yang akan di pimpin oleh Al Habib Sholeh Bin Abdul Qodir Asssegaf, Kepada beliau disilahkan.

Hadirin yang dirohmati Allah, demikianlah seluruh rangkaian acara peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, yang diselenggarakan oleh warga desa Kedungbendo Sooko Mojokerto, kami sebagai pemandu acara, tatkala ada perkataan yang tidak berkenan disanubari, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhirul Kalam.

إِهْدِنَا الصِّرَاطَ المُسْتَقِيْمِ، وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ

Contoh MC Haul dan Haflah Akhirussanah


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْر ِالدُّنْيَا وَالدِيْنِ، وَ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينْ، سَيِّدَنَا وَحَبِيْبِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُوْنِنَا مُحَمَّدٍ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أجْمَعِيْنَ، رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِي أَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوْا قَوْلِي رَبِّ يَسِّرْ وَلاَتعَسِّرْ رَبِّ تَمِّمْ بِالْخَيْرِ.

فَقَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكِرَامِ أعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

يَرْفَعِ اللهُ الذِيْنَ اَمَنَوُا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَاتِ ......... الاَيَةَ صَدَقَ اللهُ العَظِيْمِ

أَمَّا بَعْدُ.............

Hadratal Mukarom para Alim Ulama’, para Masyayikh dan para Kyai, wabil khusus Ustad Yusuf Mansyur dari Jakarta.

Kepada yang terhormat Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul ‘Ulum, Romo KH. Muntaha SQ.

Kepada yang terhormat Bupati Purworejo, Bapak Drs. Abdul Hadi beserta Staf.

Kepada yang terhormat Bapak-bapak sesepuh Desa Balungsari Kecamatan Palosan.

Kepada yang terhormat bapak ibu wali santri Pondok Pesantren Hidayatul Ulum.

Bapak dan ibu-ibu hadirin, kaum muslimin muslimat yang berbahagia.

Serta tak lupa kepada rekan-rekan santri yang kami cintai.

Syukur Alhamdulillah, marilah senantiasa kita panjatkan kehadlirat Allah SWT, atas nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita, sehingga kita bisa berkumpul dan ber-muwajjahah bersama dalam acara Haul dan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Hidayatul Ulum yang ke V.

Sholawat maa salam, semoga tetap terhaturkan keharibaan Nabi Agung Muhammad SAW.

Hadirin yang berbahagia.

Rangkaian acara, Haul dan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Hidayatul Ulum ke V, yang dilaksanakan pada hari ini, Sabtu 23 Januari 2011, bertepatan dengan tanggal 12 Dzulqo’dah 1432 H, di Halaman Pondok Pesantren Hidayatul Ulum di Buka dengan Pembacaan Ummul Qur’an,

عَلَى هَذِهِ النِّيَةِ وَكُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ، الفَاتِحَةَ....................... Disampaikan terima kasih.

Melangkah kepada acara selanjutnya, yakni Pembacaan Ayat-Ayat Suci Al-Qur’an. Kepada akhina Mughni Labib disilahkan.

صَدَقَ اللهُ العَظِيْمِ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَى ذَالِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ

Melangkah pada acara ketiga, adalah pembacaan Sholawat Nabi, yang akan dipandu oleh Ustad Hafidz Hamdan dan Ustad Nasrulloh. Kepadanya disilahkan.

Hadirin yang berbahagia, meniti acara keempat adalah pengumuman pemenang Lomba-lomba Akhirussanah, yang akan di sampaikan oleh Ketua Panitia Haul dan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Hidayatul Ulum, kepada Ustad Shubkhi disilahkan.

Hadirin yang berbahagia, acara selanjutnya adalah sambutan-sambutan, sambutan yang pertama adalah sambutan atas nama Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Ulum, kepada yang terhormat Ustad Agus Bukhori Shulton. Disilahkan.

Sambutan selanjutnya atas nama Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Ulum, Kepada yang terhormat Romo KH. Muntaha SQ, dihaturkan.

Hadirin yang berbahagia, acara selanjutnya adalah Mauidzotul Hasanah yang akan disampaikan oleh Ustad Yusuf Mansyur dari Jakarta. Kepada beliau disilahkan.Hadirin yang berbahagia, sebagai ungkapan syukur, atas terselenggaranya acara ini, dan sebagai do’a munajat keharibaan Allah SWT, marilah kita memanjatkan do’a, yang akan di pimpin oleh Romo KH. Khoirul Anam. Kepada beliau disilahkan.

Hadirin yang dirohmati Allah, dengan usainya pembacaan Do’a tadi maka usailah sudah seluruh Rangkaian acara Haul dan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Hidayatul Ulum ke V, yang dilaksanakan pada hari ini, Sabtu 23 Januari 2011, bertepatan dengan tanggal 12 Dzulqo’dah 1432 H, kami sebagai pemandu acara dari awal hingga akhir, jika ada Ungkapan kata dan tindakan yang tidak berkenan dihati, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhirul Kalam.

وَاللهُ المُوَفِّقْ اِلَى أَقْوَامِ الطَّرِيْقِ، وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ

Tata Cara dan Tata Krama MC

Selain persyaratan dan persiapan yang telah diuraikan diatas, berikut ini adalah rumus singkat dalam merangkai kata ketika berbicara didepan forum, karena salah satu syarat dasar MC adalah lancar berbicara. Prinsip berbicara bagi seorang MC dirumuskan dalam rumus “CABE”, yakni:

Clear :Jelas, langsung dimengerti dan tidak membingungkan, pengucapan kata demi kata dilakukan dengan jelas dan runtut. Agar rapi dan tidak terkesan kacau, sebaiknya naskah MC disusun terlebih dahulu dan ditata dengan rapi menyesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Audibel :Karakter suara jernih, yang dapat didengar secara baik dengan suara yang jelas, tapi tidak dengan berteriak dan ngotot. Suara powerful dan energik, tidak loyo dan tak bertenaga. Sehingga suara terdengar semangat.

Brief :Ringkas, dengan menggunakan kata-kata yang sederhana dan langsung ke inti. Tidak bertele-tele yang justru mengumbar kata-kata, sehingga audiens akan menjadi bosan.

Ease Lancar, mampu melafalkan kata tanpa tersendat. Salah satu caranya adalah berwawasan luas. Khususnya berkaitan dengan tema acara, sehingga bisa memberikan pengantar yang memikat dan menimbulkan simpati. Salah satu resep jitu bagi seorang MC adalah membaca Naskah MC berulang-ulang sebelum bertugas

Tambahan

a. Dalam moment atau kegiatan yang lain, seorang MC justru dituntut mampu menjadi penghibur. Karenanya ia harus humoris. Dengan demikian, ia akan mampu menyegarkan suasana dengan joke-joke segar, maupun guyonan-guyonan ringan. Seperti acara Reuni, ulang tahun dan pagelaran musik.

b. Untuk menghidupkan suasana, seorang MC disarankan mampu memotivasi hadirin agar tetap bersemangat. Ajakan tepukan tangan (applause), bahkan teriakan dan pekikan, bisa membantu memeriahkan acara dan memancing spirit peserta acara agar kembali bergelora. Sehingga sebuah acara akan terasa lebih hidup.

c. Agar tidak terkesan mondar-mandir, seorang MC dianjurkan untuk mempunyai tempat tugas sendiri, dengan cara disediakan meja dan estándar Mic, dan penempatannya tidak jauh dari podium utama, sehingga tidak naik dan turun panggung.

Syarat-syarat MC


Untuk mewujudkan sebuah bentuk karakter MC yang profesional, ada beberapa syarat dasar yang harus dipenuhi oleh seorang MC, sebagian diantaranya adalah :

a. Persyaratan Formal.

1. Kepribadian (Personality)

Seorang MC harus mempunyai pribadi yang baik, sopan dan santun ketika bertegur sapa, menjaga tata krama dalam berkomunikasi, sehingga audiens akan mempunyai pandangan yang positif dan akhirnya acara dapat berjalan dengan lancar, karena komunikasi yang terjalin.

2. Penampilan (Performance)

Seorang MC harus menata penampilan ketika tampil, meliputi busana yang dipakai dan perangkat kelengkapan yang digunakan, apakah sudah sesuai dengan tema acara, ataukah justru bertolak belakang. Contohnya dalam acara pengajian, untuk menyesuaikan sebaiknya kita memakai baju Koko model terbaru sehingga sesuai dengan tema acara.

3. Luwes (Flexibel)

Seorang MC harus mampu beradaptasi dengan segala macam karakter audiens dan bentuk acara, sehingga bisa menyesuaikan diri dalam setiap keadaan dan mengendalikannya..

4. Pengetahuan (Knowlegde)

Seorang MC diharapkan mempunyai pandangan luas tentang acara yang akan ia pimpin, meliputi tema acara, susunan acara dan pengisi acara. Sehingga audiens akan terasa nyaman mengikuti acara hingga usai.

b. Persyaratan non Formal.

1. Mampu berbahasa dengan baik, baik itu bahasa Indonesia, Daerah maupun bahasa Asing. Karena bahasa adalah senjata utama ketika menjadi MC.

2. Pengaturan intonasi kata-kata, karena dengan pengaturan intonasi yang baik, maka suara kita akan menjadi merdu dan nyaman di dengar. Salah satu caranya adalah meminimalisir logat daerah.

3. Memiliki karakter “Microphone Voice”, yakni suara yang enak didengar setelah melalui alat pengeras suara.

4. Mampu mengatur tehnik Komunikasi dengan orang lain.

5. Mengusai materi yang akan disajikan, meliputi rangkaian acara dan lokasi acara.

6. Mempunyai gaya dan style yang berwibawa, dengan memasang raut muka yang bersahabat, sehingga dengan bentuk MC yang anggun maka Audiens akan tertarik untuk menyimak acara.

7. Memiliki kwalitas suara yang enak didengar, alamiah, tidak dibuat-buat dan sewajarnya.

8. Memiliki karakter vokal yang jelas dan powerful, caranya adalah dimulai dengan nada dasar.

9. Tidak tergesa-gesa dalam berkata-kata. Sehingga rangkaian kata-kata yang telah tersusun tidak berantakan.

c. Persyaratan Teknis

1. Mengecek persiapan perangkat Sound System, seperti Mic dan standart mic, apakah sudah siap ataukah justru sebaliknya.

2. Membawa alat tulis menulis seperti bolpoint, blok note dan map.

3. Berada di tempat khusus yang berdekatan dengan Podium atau panggung utama.

PENGERTIAN MC

Secara singkat MC merupakan singkatan berbahasa Inggris yang tersusun dari kata Master of Ceremony. Master artinya penguasa, sedangkan Ceremony artinya acara, jadi pemahaman MC secara luas adalah pemimpin acara yang berkuasa penuh terhadap jalannya sebuah acara. Selain bermakna sebagai penguasa acara, MC juga terkadang di identikkan dengan arti pemandu acara, pengendali acara, pembawa acara, pengatur acara, penata acara dan banyak lagi julukan bagi MC. Pada bagian lain MC bertindak selaku “tuan rumah” (host) dalam suatu acara atau kegiatan/pertunjukan.

Secara garis besar tugas MC berbeda dengan protokoler/protokol. Namun, secara struktural MC merupakan bagian dari aktivitas protokoler. sehingga dapat dipahami bahwa MC adalah pembawa acara yang bertugas untuk mengendalikan jalannya acara. Sedangkan protokol adalah tata acara, yang telah dirangkai dan tersusun secara lengkap. Sehingga seorang MC akan melaksanakan tugas sesuai dengan arahan Protokoler. Namun biasanya kegiatan keprotokoleran dilaksanakan pada acara-acara resmi, seperti acara kenegaraan, pemerintahan atau kegiatan-kegiatan yang melibatkan pejabat negara, pimpinan Daerah. Karena pada dasarnya kegiatan-kegiatan resmi tersebut telah tertata dalam perundang-undangan baku dan harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan, khusus pembahasan Protokol, dapat disimak pada bagian lain blog ini.

Minggu, 29 Mei 2011

BALADA PENJAGA KANTOR

Hampir sepuluh purnama lamanya, aku menjadi orang yang mbahu rekso kantor Kecil namun penuh dengan karisma ini, dan diwaktu yang lumayan singkat itu pula, aku menemukan seabreg kenangan yang tak akan aku lupakan, karena di Kantor kecil inilah puluhan insan Lirboyo menjadi besar.

Hari-hari aku lewati dengan menghadap dua unit telephon kabel kuno, yang menjadi sarana komunikasi resmi bagi santri. Tanpa aku sadari, dengan mendengar suara yang sedang berbicara itu, aku bisa memahami berbagai macam karakter, bentuk dan sifat manusia, meski hanya dengan sebatas suara. Berbagai macam kepentingan muncul disana, mulai rasa rindu orang tua terhadap anaknya, anak yang merengek meminta tambahan uang saku, hingga ungkapan kangen seorang kekasih kepada belahan hatinya meski dengan mencuri-curi waktu dan kesempatan.

Ada kalanya, dengan si santri riuh renyah mereka tertawa bercanda dengan orang tuanya, ada yang justru dengan bercucuran air mata dan tersenggal-senggal nafasnya, mendengar kabar salah satu kerabatnya yang berpulang. Sungguh beraneka rona bentuk komunikasi manusia.

Berbeda dengan telephone, bentuk tamu yang singgah ke Kantor Pondok Lirboyo justru lebih beragam, mulai dari yang sekedar mengunjungi kerabatnya, curhat sampai dengan yang terang-terangan meminta sumbangan dana.

Salah satu tamu yang menurut memoriku lumayan berkesan adalah tatkala adalah seorang tamu wanita dengan keadaan tergopoh-gopoh ingin bertemu dengan pimpinan Pondok, setelah aku persilahkan duduk, dengan tegas ia ingin mendapatkan pencerahan, aku bingung dengan maksudnya, lantas sedikit demi sedikit ia uraikan gundah dalam hatinya, hingga air mata meleleh tanpa henti menceritkan betapa pilu hatinya. Tak kusangka dalam kondisi seperti itu, orang yang harusnya menjadi pelindung malah justru kabur meninggalkannya. Huft sungguh kisah yang engharukan, ujarku dalam hati.

Selasa, 17 Mei 2011

KALA HUJATAN DAN GOJLOKAN MENDERA


Sepertinya ini semua tak akan pernah habis, bisikan dan hujatan yang sulit aku deskripsikan, entah bernada sinis ataukah justru bernada manis, yang hiasi semua hari-hariku. Beberapa sebab yang mungkin menjadi alasan dasar mereka, adalah semakin banyaknya reka sejawat telah memasuki gerbang baru dan juga telah menempuh hidup baru.

Disini aku hanya berkutat dan berputar disangkar emas dan terus saja menjadi punggawa beradab, yang setiap hari menebar pesona dan memberikan petuah-petuah hidup, jujur saja, terkadang aku temukan rasa suntuk yang sangat dalam, tatkala setiap hari aku temui keadaan seperti ini, berputar-putar pada tempat yang sama dan menyapa orang-orang yang sama, sungguh terkadang membosankan.

Sedangkan disana dunia semakin bergeliat, kehidupan semakin berputar kencang dan semakin kencang, bahkan poros kehidupan yang semula mesjadi pijakan kini telah tertinggal menjadi monument indah yang hanya menjadi tontonan.

Entah sampai kapan aku kan bertahan menerima hujat menghujat, hina yang terhina meskipun aku terhempas.

Minggu, 15 Mei 2011

MANTABKAN HATI, JANGAN MENUNGGU MANTAB

Masih dengan keluhan yang sama, sampai kapan aku akan bertahan dengan kesendirian dan bertahan dengan hujatan, padahal disana semua gelak tawa bahagia telah berpadu indah.

Entahlah apakah mereka bisa menafsiri senyumku ini lebih dalam, sebab senyum ini hanyalah sebuah keluh kesah yang menyeruak dengan bahasa lain, terus terang aku goyah hadapi kenyataan ini.

Dengan segenap daya upaya yang masih tersisa, aku kembali bangkit dari keterpurukan, meski kembali cercaan dan hujatan selalu datang menghadang.

Padahal sang pemimpin jiwa berujar, sampai kapanpun hati tidak akan mantab jika kau tidak mantapkan hati, sebab hati harus diarahkan

Selasa, 19 April 2011

RADIKALISME, JIHAD ATAUKAH JAHAT

“Duaaarrrr”, sebuah ledakan keras menyalak ditengah-tengah Jamaah Sholat Jum’at di Masjid Adzzikra komplek Mapolresta Cirebon pekan lalu. Asap hitam pekat mengepul memenuhi ruangan masjid tersebut, akhirnya sholat Jum’at pun batal dilaksanakan, karena seluruh Jamaah masih shok, akibat ledakan itu beberapa tubuh terhuyung roboh bahkan sebagian diantaranya terpental jatuh, Pak Kapolresta sendiri yang notabene adalah siempu Markas tersebut juga roboh, beberapa serpihan bom menancap di punggung dan kepalanya.

Beberapa saat usai kejadian tersebut, Polisi langsung menggelar Investigasi, dalam hitungan jam identitas pelaku Bom Bunuh diri berhasil diungkap. Dan hasilnya… masih saja kelompok Radikal yang menjadi pemain utama peristiwa tragis ini, umurnya masih muda namun pemikirannya sudah sangat radikal dan menganggap kelompok lain Kafir dan layak masuk Neraka. Masya Allah.

Beberapa point sederhana dapat kita petik dari penggalan peristiwa diatas, Pertama, Kelompok radikal ternyata tetap eksis dan istiqomah dalam menyuarakan pendapatnya tentang Islam Garis keras, sehingga kelompok-kelompok lain yang tidak sefaham dianggap kafir dan layak dibunuh, apalagi jika kelompok lain tersebut adalah Abdi Negara, seperti Polisi. Kedua, Cara-cara klasik namun sadis tetap menjadi cara terfavorit untuk mewujudkan rencananya, salah satunya adalah bom bunuh diri. Sebab mereka beranggapan hanya dengan kematian dijalan syahid mereka akan segera menemukan kebahagiaan yang haqiqi, sehingga predikat syuhada akan tercapai dan akhirnya di tempatkan diantara barisan Mujahidin. Ketiga, Menghalalkan segala macam cara, mungkin itulah salah satu usaha yang sedang getol mereka lakukan, bahkan ada yang merampok dan membunuh aparat, demi tersedianya suplai dana untuk membeli senjata. Keempat, Target operasi mereka kini lebih variatif. Jika pada fase-fase awal merebaknya kelompok ini, kita mengetahui bahwa hanya tempat-tempat maksiat dan aset-aset non muslim yang menjadi sasaran utama, namun kini lebih berwarna dan mengarah kepada fasilitas-fasilitas umum seperti Mall, Pasar, Kantor Polisi dan kasus terbaru Masjid.

Melihat realita yang berkembang, sebagai umat Islam yang cinta perdamaian dan Warga Negara Indonesia yang cinta Pancasila, tentunya kita merasa miris dan sedih, dengan semakin berkembangnya kelompok Militan garis keras ini, bisa dibayangkan betapa ngawurnya Jihad mereka ini, apakah bisa dikategorikan dengan nama Jihad jika membunuh sesama muslim dan menghancurkan rumah ibadahnya sendiri. Entah dimana pikiran logis mereka, mungkinkah otak mereka sudah benar-benar terkontaminasi dengan jargon-jargon anti barat yang sebetulnya mereka adalah antek-antek pemikiran barat. Ironis

Minggu, 17 April 2011

KETIKA PENGABDIAN DIPERSIMPANGAN JALAN

Sudah menjadi agenda penting di Pondok Pesantren Lirboyo, sebelum mengakhiri kalender kerja tahunan dan dalam rangka menyusun kepengurusan tahun selanjutnya, maka setiap personal dari para pengurus akan mendapatkan secarik kertas yang bertitel Surat pernyataan diri, secara harfiah, kata-kata yang maktub didalamnya lumayan somple dang a begitu banyak, namun dibalik itu semua, bagi sebagian pengurus, ada dilematis pemikiran yang seragam, akan kemana mereka setelah ini.

Pertanyaan diatas seakan menjadi penggalan kata yang tak pernah bosan di ucapkan, karena panjang dan penuh liku maknanya, sebab bagi mereka pengabdian adalah sebuah karunia dan amanat, namun tak dapat dipungkiri bahwa keadaan ekonomi di rumah membutuhkan uluran tenaga. Setidaknya itulah sedikit keluh kesah rekan kerjaku, dan masih banyak lagi suara-suara lain yang mungkin senada dengan kata-kata tersebut.

Dibagian lain, seorang rekan karibku yang engabdi menjadi pengajar, malahan jelas-jelas di perintahkan boyong oleh orang tuanya, dengan dalih mempersiapkan tatanan ekonomi jelang pernikahannya. Terang saja ia menjadi gundah gulana, sebab ia masih merasakan saat-saat bahagia bersama dengan anak didiknya yang baru 2 tahun ini ia berkumpul.

Berbagai cara di gunakan untuk mencari solusinya, mulai dari Istikhoroh, konsultasi dengan keluarga besar hingga sowan ke Masyayikh. Dan akhirnya ada yang berakhir sesuai dengan harapan, ada juga yang kudu memupuskan angan, karena mungkin harus meninggalkan pondok tercinta ini dan berpindah lokasi pengabdian dari pesantren sekarang langsung di masyarakat.