Alhamdullilah, genap setahun perjalanan kisah cinta ini, genap setahun aq bersanding dengan wanita cantik ini, dan genap setahun sudah lika-liku perjalanan rumah tangga kami jalani. Suka dan duka seakan berjalan beriringan membayangi langkah kami berdua, namun sepertinya lebih banyak sukanya ketimbang dukanya, maklum saja... Masih pengantin baru, semua terasa indah....
Jujur saja, disaat-saat yang hening, kala ia terpejam setelah seharian beraktivitas, aku pandangi wajahnya yang Ayu, cantik... Sungguh cantik istriku, meski tanpa balutan make up pun ia tetap cantik, beruntung nian aku menjadi suaminya. Entah berapa kali aku merayunya dengan kalimat kalimat romantis, tapi seketika itu juga ia hanya bilang dengan santai, nggih matur suwun "hadza minfadli Robbi..." sambil nyengir menggoda.
Ah perjalanan hidup itu memang amat susah ditebak arahnya, apalagi jika kita membahas tentang jodoh, maka tak ada satupun piranti canggih yang sanggup menguak garis jodoh kita kelak. Begitu juga kisah jodohku, aku dan istriku sama-sama tak mengenal diantara satu dan yang lain.... Kami hanya percaya bahwa ini adalah jawaban do'a-do'a kami, meski jujur mawon, di awal awal kami membina rumah tangga, kami tak merasakan indahnya bulan madu, kami tak merasakan jatuh cinta. Entah kenapa... Yang jelas kami masih sama-sama berusaha mengenal dan memahami pasangan kami, meski latar belakang yang sama-sama pesantren, ternyata bukan jaminan mempercepat dan mempermudah komunikasi. Namun Alhamdulillah, berkat kesabaran kami masing-masing dan Do'a orang tua juga guru-guru kami terbukalah pintu hatiku dan hatinya, kini hati kami saling bertaut, saling merindukan dan saling mencintai.
Subhanallah... Sungguh istimewa drama percintaan kami, tanpa diawali dengan percintaan bahkan di mulakan dengan paksaan, kisah cinta ini justru bergulir dengan indah, Alhamdulillah... Saat aku tulis kisah iniSWT. Kami sedang harap harap cemas, menantikan kehadiran si buah hati, yang sedang bersembunyi cantik di rahim istriku, dia sudah berumur 6 bulan. Doakan ia dan ibunya sehat dan selamat, dan tetap dalam lindungan Allah SWT.
Rabu, 12 Oktober 2016
SETAHUN PERJALANAN
Jumat, 24 Juni 2016
Selasa, 24 Mei 2016
CANTIKNYA ISTRIKU
Tujuh purnama sudah aku dan istriku lewati masa-masa awal membina rumah tangga, jujur saja hingga tulisan ini aku buat, aku masih tak percaya jika aku sudah punya istri, sesekali aku mencuri pandang terhadap wajahnya yang manis, aku bertanya kepada diriku sendiri, benarkan gadis manis ini istriku, ternyata jawabannya tetap, gadis bermata indah ini adalah benar-benar istriku.
Subhanallah, sungguh beruntung tiada rugi diriku, bisa bersanding selamanya dengan dia, parasnya yang elok, pekertinya yang santun, keilmuannya yang tinggi, hingga sifat qona'ahnya yang tiada terkira, membuat diriku selalu jatuh cinta di setiap waktu.
Meskipun di dua purnama awal adalah masa-masa terberat dalam hidup kami, namun aku yakin ini adalah proses menemukan jati diri pernikahan yang dilandasi iman, taqwa juga cinta, ya cinta... Karena bagaimanapun sebuah mahligai rumah tangga akan menjadi pincang jika cinta bertepuk sebelah tangan, sama halnya dengan aku, butuh waktu hingga 3 purnama untuk bisa menyatukan hati ini, tapi aku tak patah arang karena tak mungkin aku temukan sosok sebaik ini di wanita lain, oleh karenanya harus aku pertahankan sekuat tenaga dan kesabaran harus ekstra.
Kesabaranku berbuah manis, sedikit demi sedikit terbukalah tabir keindahan cinta, hati kami saling berpaut, cinta, rindu, asmara, berbunga dan ribuan sanjungan cinta, menggelora di segenap jiwa. Aku seperti baru merasakan sebenarnya pengantin baru, yaaa setelah 3 bulan baru kurasakan nikmatnya menjadi suami dan istri...
Kini disaat-saat hening seperti ini, aku tatap wajah istriku dalam-dalam, aku amati tanpa bosan, sambil berguman dalam hati "Subhanallah, cantik nian istriku ini...."
Jumat, 06 November 2015
SATU PURNAMA BERSAMA DIA
Alhamdulillah...
Alhamdulillah...
Alhamdulillah...
Sujud syukur ku tersembahkan kehadlirat Ilahi robbi, atas segala nikmat yang aku reguk disaat ini dan semua anugerah keindahan yang kurasakan disaat ini.
Setelah sebulan lamanya tak ku sentuh "buku harian" ini, akhir nya ingin ku isi lagi dengan pengalaman yang kulewati, akan kucoba uraikan sedikit Tentang momen terindahku sebelum, sesudah dan disaat acara berlangsung...
SEBELUM
Sehari sebelum pelaksanaan pernikahan, adalah sebuah pengalaman yang paling mendebarkan dalam hidupku, tak pernah aku alami sebuah fase nervous yang sedemikian tingginya, aku betul-betul seperti bukan diriku, yang mudah panik, perut mules, malas makan dan mudah ngelamun, hingga yang paling detail pun aku merasa kacau, untunglah semua sudah tertata rapi dan persiapan sudah berjalan dengan baik sehingga semua tingga eksekusi saja. Mulai dari terop, sound, konsumsi dan undangan semua sudah tersusun dengan baik. Ini semuanya didukung sama kekompakan keluargaku dan dukungan dari para kolega dan sahabatku...
Entahlah, tapi begitu besar dukungan moral dan juga material dari mereka membuat aku terharu, apalagi disaat mereka berkata "awakmu iku sing paling sregep ngewangi dulur lan kancane, saiki gantian awakmu sing ta ewangi..." matur suwun dulur. Sehingga disaat malam jelang hari H, kemeriahan tampak begitu terasa karena semua berkumpul di rumahku, canda tawa dan suka menghiasi semua sudut rumah ku. Apalagi dikala para sedulur laki laki berkumpul di depan rumah menghiasi mobil pengantin, semua tampak gembira dan bahagia sehingga mobilnya mas imam jadi tampak unik dan keren.
PADA SAAT PELAKSANAAN
pagi buta sekitar pukul 2 dini hari, aku terjaga dari tidurku, bukan karena aku terganggu sepi dan hening, tapi justru Karena aku gelisah, takut dan sepi. Aku susuri semua sudut rumahku, terlihat berantakan dan ga karuan, juga terlihat saudara dan family semua terkapar kelelahan, semua demi aku... Ya Allah begitu besar pengorbanan mereka demi membahagiakan aku, lalu aku ambil air wudlu dan kuteruskan dengan qiyamul lail, sholat tahajud, hajat dan witir. Lama nian sholatku kali ini... Sepertinya hati ku benar benar gusar tiada tara, hari yang selama ini aku tunggu selama ini ada didepan mata... Ya ada di depan mataku.
Selasa, 29 September 2015
SEHARI JELANG RESMI
Hari ini...
Tepat sehari sebelum ikrar ini terucap, gundah gulana tiada terkira. Semua menyatu menjadi satu panik dan bahagia seakan bergantian menari. Aku takut sekaligus bangga, masa lajangku aku tuntaskan dengan baik, meski umur terbilang udzur namun tak apa daripada tidak sama sekali.
Apakah perasaan seperti ini yang melanda setiap calon pengantin baru... Berarti sungguh tersiksa batin dan perasaannya... Karena di landa kecemasan dan kepanikan yg luar biasa, tensi jantung yang selalu kencang, kadar emosi yg selalu meninggi hingga konsentrasi yang kerap kali pudar.
Namun konon katanya, semua akan terbayarkan esok hari, disaat malam menjelang dan halal menjadi hak kita, disaat itulah surga dunia benar-benar kita rengkuh dan kita miliki, katanya sih aq juga ga tau karena sekarang masih jam 2 siang, besok malam baru aku buktikan kata orang2 tersebut...
Pipit... Aku datang cintaku...
Sabtu, 05 September 2015
Rabu, 02 September 2015
KETIKA MENUNGGU HALAL
Kurang satu purnama lagi, bidadari yang selama ini aku tunggu dan aku nantikan akan benar-benar hadir dalam kehidupanku, takut, mules, pusing, bahagia, tawa dan juga canda, menyatu dalam fenomena indah. Berdebar sudah pasti karena tak kuduga penantian dari setengah kehidupanku kini hadir dan benar2 ada dalam kenyataan.
Berbagai nasehat dan petuah menghujaniku, seakan semua peduli akan masa depanku, mulsi trik dan tips menghadapi malam pertama, hingga bisnis dan usaha apa yang dapat aku jalankan dan lakukan pasca menikah kelak.
Ha ha ha...
Indah dan unik... Aku hargai dan aku apresiasi semua nasehat nasehat itu, itu membuktikan jiks mereka peduli dan sayang padaku. Terima kasih kawanku, matur suwun dulurku... Tp Sementara biarlah aku nikmati indahnya asmara ini dengan caraku, dengan gayaku, karena hanya dengan ini aku bisa memuaskan hasratku dan aku bisa memenuhi cintaku. Aku mencintainya lebih dari yang kalian kira.
Minggu, 16 Agustus 2015
KEMERDEKAAN
Hari ini tepat 70 tahun negeri ini merayakan kemerdekaan, gegap gempita terdengar diseluruh penjuru negeri, rasa syukur dan bahagia menghinggapi semua komponen negeri, pelbagai acara di wujudkan sebagai bentuk kecintaan pada republik ini.
Ada yang beda pada semarak Dirgahayu Indonesia kali ini, ada binar-binar dan rona kebahagiaan yang menyeruak dari kalbuku, hadirnya seorang Wanita cantik nan anggun yang membebaskan aku dari belelenggu penjajahan kesedirian, kungkungan dan siksaan tanpa cinta.
Meski tanpa kata dan cerita, hasrat dan angan kami menyatu sebagai mana ruh dan kebersamaan seluruh rakyat negeri ini menyambut kemerdekaan. Harapan dan do'a senantiasa terpanjat kehadliratNya agar negeri ini senantiasa menjadi negeri yang Badatun toyyibun wa ghafur plus pernikahan yang sakinah mawaddah wa rahmah. Amin ya rabb
Rabu, 12 Agustus 2015
AKU MERINDUKANMU
Hari ini tepat 50 hari jelang ikrar suci terucapkan, jujur aku masih gamang dan bingung apakah yang harus lakukan, antara sikap dan sifat seperti menari-nari dengan lantang menertawakanku, aku terlalu mahir mengolah kata, namun aku tak pandai bersikap dan ber tindak.
Kemanakah kelincahanku saat mengolah kegiatan dan dimanakah otak cerdasku saat mencari solusi jitu atas segala keruwetan yg terjadi.
Ha ha ha
Entah dimana dan bagaimana ini, aku pasrah pada sang penata waktu akan diapakan kelak, asal aku bisa bersua berdua dan memeluknya dengan halal, agar hasrat yang terpendam bisa terpuaskan dengan halal. Dahagaku akan hilang. Meski sejengkal pun ia tak sapa aku dalam kata maupun suara, namun gelora rindu semakin menjadi dan menjadi. Aku mencintainya dan aku menyayanginya. Laila Fitriyah... Aku merindukanmu....
Kamis, 04 Juni 2015
TAK SABAR DAN BERDEBAR MENUNGGU IA HALAL BAGIKU
Sekian tahun lamanya aku menantikan saat-saat indah ini, setelah semua usaha sekaligus doa terpanjatkan kehadlirat illahi robi, beberapa hari kedepan ia akan terikat dalam lingkaran indah. Meski ikrar belum terucap secara resmi namun perasaan bahagia tengah menghampiriku, bagaimana tidak...
Setelah 35 tahun penantian akhirnya ia hadir dalam hidupku, subhanallah maha indah rencanamu Ya Allah, hingga keindahan rencana yang telah Allah gariskan aku baru menyadarinya sekarang....
Sujud syukur ku selalu disertai desah bahagia karena telah menganugerahkan seorang bidadari di kehidupanku yang tersisa.
Jika mengingat masa jahiliyyahku saat-saat aku terkepung angkara dan disaat aku suudzon kepadaNya, aku menjadi tertunduk malu dan tak berharga, karena tak sopan mempersangkakan Allah dengan tidak sopan...
Astaghfirullahaladzim...
Kini... Tiada hari dan tiada saat tanpa berdebar penuh penantian kehalalan ia bagiku karena kehadiranmu tlah kutunggu bahkan semenjak engkau tidak mengenalku dan akhirnya Allah mempertemukan kita dalam ikatan bahagia... Amien ya rabb...
Minggu, 17 Mei 2015
MEGAHNYA LIRBOYO BERSHOLAWAT
Huft...
Akhirnya kelar juga pagelaran puncak itu, sebuah pagelaran yang luar biasa besarnya. Aku katakan besar karena membutuhkan dana yang besar, kekuatan panitia yang sangat besar hingga keteguhan Jiwa yang besar. Acara tersebut bernama LIRBOYO BERSHOLAWAT, bersama Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf.
Tak tanggung-tanggung lebih dari 60 ribu orang diperkirakan hadir dalam majelis tersebut, penuh sesak namun tertib tanpa ada kekacauan yang berarti, tak pelak kesuksesan acara ini membuat banyak pihak memberikan acungan jempol kepada panitia, bahkan Gus Ipul dengan tegas menyatakan Pagelaran ini paling tertib dan ramai dibandingkan dengan pagelaran yg sama beberapa kesempatan sebelumnya.
Ada beberapa fakta menarik yang ingin saya kupas dalam pelaksanaan acara tersebut, pertama kekompakan panitia, dibandingkan dengan lembaga pendidikan lain, mungkin Pondok pesantren jauh lebih mudah manajemen komunikasinya dan tingkat kepatuhan kepada pimpinan. Hal ini yang ini yang membuat event apapun dengan mudah mereka kerjakan karena team work mereka betul-betul solid dan kompak. Semua lini bekerja dengan maksimal tanpa diembel-embeli iri dan dengki, seakan mereka telah menjiwai tugas mereka. Kedua, tirakat batin. Hal selanjutnya yang menjadi pembeda pondok pesantren dengan lembaga Formal lainnya adalah laku batin, atau secara umum dikatakan dengan berdoa. Bukan hanya doa yang dipanjatkan disaat rapat koordinasi dilakukan, namun ada moment khusus hingga membentuk team khusus yang bertugas berdoa dalan waktu tertentu agar pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar. Alhasil acara super megah namun tetap mengedepankan ahlaqul karimah bisa dilaksanakan dengan sempurna nyaris tanpa kesalahan.
Aku sangat bangga menjadi bagian kesuksesan ini, meski peran ku tidak begitu vital namun paling tidak aku diberikan Kesempatan yang teramat sangat berharga untuk mewarnai kesuksesan acara tersebut. Sejak acara usai hingga tulisan ini aku buat, nalarku masih merasakan gaung yang begitu agung dari sosok Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf, sehingga aku bisa katakan pagelaran kali ini sukses 300%.
Rabu, 06 Mei 2015
ALHAMDULILLAH
Sujud syukurku terhaturkan keharibaan sang Maha Adil, yang telah menanugerahkan kebahagiaan yang tiada terkira, kebahagiaan yang selama ini aku tunggu dan aku nantikan, kebahagiaan sejati dengan taburan doa dan restu.
Terima kasih duhai wanita, telah berkenan menerima cintaku, terima kasih dara, telah berkenan menerima pinanganku. Terima kasih telah sudi berkata iya meski kita tak pernah saling sapa. Terima kasih telah berkenan menerima pinanganku meski kita tak pernah bertemu.
Bismillahirrohmaniirrohiim...
Kita awali dan kita mulai perjalan kisah ini dengan doa, dengan harapan semoga langgeng, abadi dan sak lawase... Amin
Jumat, 01 Mei 2015
SEMOGA DITERIMA
Langkah demi langkah mulai kujalani untuk meraih sunatulloh, tahapan proses menuju jenjang yg halal kini kujalani, meski serba misteri namun aq temukan sisi yang lain dalam mekanisme beruntun ini, dari pengenalan sosoknya, pengetahuan jati diri keluarga hingga bersua.
Jauh dari kata romantis apalagi mesra, pertemuan yg sejatinya menjadi ajang taaruf malah terkesan kaku, mulutku seakan kelu kaku tak seperti biasa disaat aku tampil di berbagai kesempatan, keringat dingin menetes tiada henti, mataku pun ta kuasa melihat lebih lama.
Wajahnya yang ayu membuat ruang memori kata diotakku menjadi berantakan, tak mampu sekedar mengobral kata kata mesra seperti biasa, sesekali mataku mencuri pandang sorot matanya, dalam hatiku berujar lirih "duh gusti Allah, nopo purun lare niki dateng kulo..."
Meski ta banyak yang aku utarakan, namun sekilas dari dari tutur kata yang diucap terlihat sosok dewasa, anggun tegas namun santun, semoga bila ia berkenan, ia segera membuka pintu hatinya untukku...
Amin
Senin, 27 April 2015
CONTOH MC BAHASA JAWA KROMO
MC WALIMATUL URSY DENGAN BAHASA JAWA I.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hadratal mukarrom poro Alim Ulama, wabil khusus panjenenganipun _______________ ingkang satuhu dahat kinurmatan.
Panjenenganipun poro pepunden, pinisepuh lan sesepuh ingkang pantes pinundi, ingkang sinubho ing pangkurmatan.
Poro Dutho saroyo Pangombyong pinanganten putri saking kadang besan ingkang mastuthi dumateng pepoyaning Kautaman.
Poro pilenggah kakung sumawono putri, kadang wredho muhdo ingkang bagyo mulyo.
Keparengo sawitawis kawulo mambeng nggempil kamerdikan panjenengan sami, mboten ateges kawulo cumantoko cumantono, anggadek wonten ngarso panjenengan sami, anamung mradhopo keparengipun keluargi Ust. ______________, ingkang amangku gathi, kawulo piniji pambiworo, wontenipun pawiwahan walimatul Ursy putro Putrinipun ingkang asma Raden Bagus __________________________ Kaliyan Raden Ayu ____________________
Anamung sak derengipun ngaturaken urut roncening toto adicoro ingkang sampun karakit dening poro Kulo wongso, cundhuk kaliyan toto larasipun bongso ingkang linambarang agungin agami, nun inggih sumonggo kulo dhereaken ngaturaken puja lan puji syukur dhumateng Allah SWT, Awit saking rahmat soho hidayahipun ingkang sampun lumeber, kaparingaken dhateng panjenengan sami dalasan kawulo.
Sholawat soho salam mugiyo tansah katur kunjhuk dhumateng junjungan kito, nabi Agung Muhammad SAW, ingkang tansah kitho jadhang lumunturing syafaat.
Wondene toto adichoro ingkang badhe kalampah wonten ing pahargyan pawiwahan puniko nun inggih :
Pembukho/ purwoko
Waosan kitab pusoko agung Alquran
Atur Pambagyo pasrah saking kadang besan
Atur Pambagyo panamphi dening ingkang amangku gathi
Wedhar sabdho/ Mauidzoh Hasanah
Paripurnaning adicoro kanthi waosan doa
Poro rawuh kakung sumawono putri ingkang dahat kinurmatan.
Kanthi lilaning penggalih, sumonggo kulo dereaken adichoro ingkang binukho, kanthi waosan suratul fatihah ing panganjad, mughiyo lampahing adicara pawiwahan awit purwo dumugining wusono tansah pinaringan rahayu tebih nir ing sambikolo, khususipun malih dhumateng pinengantin sarimbit keparingaken mawaddah wa rahmah waghet nuwuhaken putro-putri ingkang solih lan sholikah.
Dumawah adicara ingkang angka kalih nun inggih waosan kitab pusoko agung Al-Quran, ingkang badhe kaaturaken dening panjenenganipun__________________________ Wekdal kasumanggaaken.
____(Arab)_____ Kanthi waosan kolowau mughiyo tansah lumeber barokah lan manfaat, khususipun dumateng Qori, sumrambah dumateng kawula, dalah panjenengan sami.
Kalajengaken adicara ingkang ongko tigo, nun inggih atur pambagya pasrah pinanganten putri saking kadang besan panjenenganipun bapak ___________________ saking tlatah______________ ingkang sulih saliro, ingkang piniji wekdal soho panggenan kaaturaken.
Kanthi prastawa cetha wijang wijiling pangendikan atur pambagya pasrah saking kadang besan, sarono badhe katampi dening keluarga bapak________________ ingkang mangku gathi.
Awit saking bumbung lan mangkokipun manah panjenenganipun bapak _____________ ingkang amangku gathi wontenipun pahargyan palenggahan punikho,, mboten waghet ngaturaken panamphi wonten ngarso panjenengan sami, anamung kandek wonten samudyaning jonggo, ing puniko sulih saliro dhumateng panjenenganipun Bapak _________________ wekdal kasumanggaaken.
Kanthi tatas tetes lan titisipun lampahing adicoro awit purwo dumughining madyo puniko, mboten ingkang kalempit, adicara dereng dumawah paripurno, nun inggih sumonggo kita midangetaken wedhar sabda ingkang tumuju kesaenan, (+ saha barokah Doa) ingakang bade kaaturaken dening al mukarom ________________________ Wekdal kaaturaken.
Wondene adicara ingkang paripurno nun inggih Doa ingkang bade kasuwun saking panjenenganipun.
Kanthi purnaning doa kolo wau, adicoro pahargyaan pawiwahan walimatul Ursy wonten ing paenggahan punikho sampun dumugining wusono, tansah pinaringan rahayu, slamet widodo nir ing sambikolo, saking kawulo ingkang piniji pambiwara toto adicara, menawi wonten kekirangan saha kekhilafan ingkang mboten nuju prono mungguhipun sastro, boso tuwin subosito, awit purwo dumugining madyo, dalah nyuwung agunging samudro pangraksami.
Wassalamualaikum Wr.Wb
AKHIRNYA KUMENEMUKANMU
Setelah sekian waktu aku tertatih menapaki hari dengan kesendirian, setelah aku hampir menyerah dan pasrah tak berdaya, kini secercah sinar datang menghampiri aku, sinar kebahagiaan yang selama ini menjadi misteri dihidupku, sekaligus pengisi kehampaan ditiap malamku.
Hariku kini diisi senyum simpul kebahagiaan dan rona wajah kegembiraan, tak sia-sia penantianku selama ini dan tak percuma kumenunggu sekian hari, Allah Azza Wa Jalla... Menjawab Do'a-do'aku
Subhanallah...
Indah cerita ini jika diselami lebih dalam, Allah maha adil dan maha bijak menunjukan seorang dara untuk menapaki hidup ku di masa mendatang.
Ya...
Ia telah hadir dalam hidupku, meski belum aku simak secara utuh raut wajahnya, namun rasa cintaku menggebu dan menggelora tiada terkira, tandusnya hatiku seakan tersiram oleh kesejukan mahligai cinta yang halal dan dihujani restu sang Bunda.
Ini adalah persinggahan pertama dan terakhirku, semoga Bapak disana mendo'akan aku membina mahligai cinta. Semoga ibu kakak dan adikku merestui aku, dan semoga maha guruku berkenan mendoakan aku.
Amin
Selasa, 03 Februari 2015
DERITA YANG NYARIS SEMPURNA
![]() |
| sakit sekali |
Senin, 02 Februari 2015
ARTI SEBUAH KEPERCAYAAN
Minggu, 01 Februari 2015
MENEPATI JANJI YANG DIINGKARI
![]() | |||
| Mengapa aku korbannya |


