SELAMAT DATANG

Assalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Selamat datang para pengelana dunia maya.
Selamat datang diduniaku, dunia sederhana yang dipenuhi dengan kebebasan dalam berekspresi,
namun tetap mengedepankan Ahlaqul karimah,
tanpa takut oleh tekanan dari manapun, dan jauh dari diskrimininasi budaya, hukum, martabat, derajat dan pangkat.

Ini adalah suara murni hatiku,
yang terangkai dalam dalam bentuk kata-kata,
entah jelek entah bagus, namun inilah aku yang jujur dalam berfikir dan berkata.

Moga ada guna dan manfaatnya

Amin Amin Ya Robbal Alamin

Senin, 02 Desember 2019

PADAHAL TINGGAL SELANGKAH SAJA

Beberapa hari ini, batin dan pikiranku seperti tersiksa dan dipermainkan, padahal sebuah prestasi indah hampir saja aku raih, dengan modal kekayaan yang ala kadarnya, aku mampu dan bisa memiliki rumah idaman meski hanya diangan.

Ya... Istana sederhana yang bernama rumah hampir saja aku miliki, sebuah rumah di tempat yang Insya Allah Barokah hampir saja segera aku bangun dan tempati. Tidak besar apalagi mewah tempat yang aku impikan, hanya sebuah gubug sederhana yang bisa di gunakan untuk tidur dan bercengkerama dengan istri dan anakku.

Namun sayang beribu sayang, niatku terjegal dan dihalangi orang yang tak suka dengan keberhasilan dan kesuksesan yang akan aku jelang, dengan cara yang tidak jantan dan menyakitkan, di hasutlah orang orang yang berniat membantuku, alhasil dengan beribu dalih yang tak ada hubungannya, dikait kaitkan dengan hukum agama, sehingga pupuslah harapanku.

Entah apa salahku, hingga harapanku untuk membahagiakan istri harus kandas, padahal aku tak tidak pernah merugikan siapapun, sedikitpun aku tidak pernah merugikan siapapun, ingaattt aku ta merugikan siapapun...
Jika mengenang dan membayangkan masalah ini, sakit sekali... Padahal kelak ketika aku akan membangun rumah, aku tidak akan mengemis memelas dan menangis akan meminta minta bantuan dari mereka, aku hanya ingin dan sekedar ingin mempunyai rumah tanpa jualan Do'a, tabur pahala dan mengemis dengan nama agama. Aku tidak ingin dzolim pada orang lain, lebih baik punya rumah rumah yang asli rumah, dari pada rumah berkedok pahala. Aku ingin jujur pada dunia dan siapa saja bahwa dengan kejujuran pun aku mampu dan bisa membangun Istana.

Sekali lagi, sakit niat hati ini, di cederai dengan cara yang tak patut dan memalukan seperti ini. Terima kasih dulur, panjenengan menunjukkan bagaimana aslinya wajah panjenengan, wajah dengki yang berkedok agamis...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar