SELAMAT DATANG

Assalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Selamat datang para pengelana dunia maya.
Selamat datang diduniaku, dunia sederhana yang dipenuhi dengan kebebasan dalam berekspresi,
namun tetap mengedepankan Ahlaqul karimah,
tanpa takut oleh tekanan dari manapun, dan jauh dari diskrimininasi budaya, hukum, martabat, derajat dan pangkat.

Ini adalah suara murni hatiku,
yang terangkai dalam dalam bentuk kata-kata,
entah jelek entah bagus, namun inilah aku yang jujur dalam berfikir dan berkata.

Moga ada guna dan manfaatnya

Amin Amin Ya Robbal Alamin

Jumat, 28 Januari 2011

MEMAHAMI KATA SOPAN SECARA PROPORSIONAL

Sebuah legenda berhikmah dari negeri cina, menceritakan. Dahulu kala hiduplah sebuah keluarga terpandang diibukota, keluarga tersebut mempunyai seorang menantu, yang berpengarai congkak. Pada awalnya sang menantu yang bernama lingling, hidup bahagia bersama sang suami, namun ketika pernikahan mereka menapaki waktu 5 tahun, tampaklah, sifat-sifat asli sang mertua yang angkuh dan suka memerintah. lingling pada awalnya bisa menahan diri untuk menerima sifat buruk mertuanya, “namun kesabaran manusia ada batasnya” demikian pikir Meiling, akhirnya dia berontak dan melawan sifat buruk sang mertua dengan bertengkar dan menyangkal perintah sang mertua. Akhirnya semakin lama lingling merasakan rumah tangganya bagaikan neraka yang selalu diisi dengan pertengkaran dan cekcok, sampai pada ketika lingling mempunyai pikiran ingin membunuh sang mertua dengan memberi racun. Tak lama kemudian lingling menemui tabib Chang, tabib baik hati yang merupakan sahabat baik ayahnya, setelah lingling menceritakan semua masalahnya akhirnya tabib Chang berkata “ aku paham dengan keadaanmu lingling, aku bersedia membantumu dengan memberikan sebuah ramuan racun yang mematikan, namun racun itu tidak langsung serta merta akan membunuh mertuamu, tapi butuh waktu sampai empat bulan lamanya, karena seumpama racun tersebut langsung membunuh mertuamu, aku takut semua orang akan curiga padamu, maka supaya mertuamu dan orang orang disekitarmu tidak curiga ubahlah sifatmu, bersabarlah dan sajikan makanan yang lezat dan taburi dengan racun, bersikaplah sopan, manis dan bersabarlah, aku jamin empat bulan lagi mertuamu akan masuk neraka, paham ! “ ujar tabib chang mantap, Meiling mengangguk paham, dengan senyum mengembang lingling, pulang kerumah.

Waktu berjalan mengikuti alur kehidupan yang selalu berubah, hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan, semenjak lingling merubah sifatnya yang angkuh menjadi sopan dan manis, perlahan namun pasti akhirnya sang mertua luluh juga, dia taidak lagi menjadi pemarah, bahkan semakin lama sang mertua semakin sayangnya kepada lingling dan tak jarang lingling sering mendapatkan hadiah dari mertua. Semakin lama lingling merasa usahanya untuk meracuni sang mertua adalah salah besar, akhirnya dengan menangis lingling menemui kembali Tabib Chang untuk meminta penawar racun bagi mertua yang disayanginya itu, dengan tersenyum Tabib Chang menuturkan “ lingling, sebenarnya obat yang aku berikan padamu bukanlah racun ganas, namun justru itu adalah obat kuat bagi wanita tua, jadi selama ini kamu secara tidak langsung telah menyehatkan mertuamu, nah, sekarang berusahalah terus bersikap sopan pada mertuamu, aku yakin hidupmu akan semakin bahagia, Percayalah padaku “ ujar tabib Chang dengan bijak, legalah hati Lingling men dengar penuturannya, akhirnya hidup lingling menjadi bahagia selamanya.

****

Seringkali, kita menyampingkan masalah etika kesopanan dalam kancah pimikiran kekinian, padahal secara logis, Kesopanan (baca : Adab) merupakan salah satu pendukukung utama untuk menunjang keberhasilan dalam berkomunikasi. Diakui atau tidak, umumnya kita lebih mengutamakan sifat egoisme dalam bertindak, sehingga tidak jarang emosi angkuh masih bercokol kuat dalam diri kita, Kita tidak sadar bahwa kita sebenarnya tidak hidup sendiri dan tak akan pernah bisa hidup sendiri, karena disetiap saat dan disetiap tempat kita pasti berkomunikasi dengan orang lain. oleh karena itu sopan, merupakan salah satu cara efektif untuk merengkuh hidup bahagia dan sejahtera.

Namun ada persepsi yang salah dalam pemahaman sopan secara utuh, dalam idiom kita, kata kata sopan lebih dikonotasikan sebagai perilaku hormat atau menghargai dari strata rendah kepada tingkat yang lebih tinggi, contoh kecil, seorang santri harus berlaku sopan kepada pengurus atau kepada santri yang lebih senior. Padahal kata sopan dalam pemahaman kongkrit, lebih bersifat universal, dalam arti seluruh manusia berhak sekaligus harus punya etika kesopanan, jadi tidak hanya dari yang rendah kepada kasta yang lebih tinggi, namun juga sebaliknya, jadi apa salahnya jika pengurus pondok belaku sopan kepada santri!,

Bukankah hidup ini bagai sebuah kaca cermin, jikalau engkau tersenyum maka sicerrmin akan tersenyum padamu, namun sebaliknya jika engkau bersifat angkuh maka seketika itu juga cermin akan menunjukan sifat angkuh padamu. Begitu juga hidup ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar